Soal Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan, Menteri Susi: Butuh Waktu 6 Bulan untuk Membersihkan

Hingga hari ke-8 tragedi tumpahan minyak akibat bocornya pipa Pertamina, perairan Teluk Balikpapan mulai bersih dari minyak.

Soal Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan, Menteri Susi: Butuh Waktu 6 Bulan untuk Membersihkan
Instagram @susipudjiastuti115
Foto Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat paddling di dekat kapal Silver Sea 2 yang ditangkap akibat illegal fishing. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Hingga hari ke-8 tragedi tumpahan minyak akibat bocornya pipa Pertamina, kondisi perairan Teluk Balikpapan mulai bersih dari minyak. Pertamina bersama masyarakat terus berusaha membersihkan tumpahan minyak yang sempat memenuhi Teluk Balikpapan.

Namun, menurut pantuan Koalisi Masyarakat Peduli Tumpahan Minyak, kondisi perairan Teluk Balikpapan belum sepenuhnya bersih dari cemaran tumpahan minyak. Hal itu disampaikan Husain Suwarno, Koordiantor Divisi Kampanye Koalisi Masyarakat Peduli Tumpahan Minyak kepada Tribun Kaltim, Sabtu (7/4) siang melalui telepon.

Dia bersikukuh, hasil pengamatannya terbaru, pasca tragedi tumpahan minyak akhir pekan lalu, masih ditemukan ceceran minyak di beberapa titik di perairan Teluk Balikpapan.

Baca: Cetak Hat-Trick ke Gawang Benevento, Paulo Dybala Pecahkan 2 Rekor Gol Pribadi

Karena itu, tim Koalisi Masyarakat Peduli Tumpahan Minyak mempertanyakan laporan Pertamina dan Pemkot Balikpapan yang menyatakan 90 persen area Teluk Balikpapan sudah bebas dari imbas tumpahan minyak mentah.

"Puluhan nelayan belum bisa melaut, serta ratusan kilogram kepiting gagal jual akibat terpapar limbah minyak mentah, terutama di bagian hulu atau jantung Teluk," katanya.

Sesuai data Forum Peduli Teluk Balikpapan, ada 17 ribu hektare mangrove di Teluk Balikpapan berpotensi terdampak paparan limbah minyak. Sementara data dari Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan mencatat dari total 80 kilometer garis pantai, 15 sampai 20 kilometer di antaranya terdampak.

"Kami ingin mendorong dan mendukung penuh kalau ada upaya Pemkot Balikpapan terkait gugatan untuk mengganti kerusakan dari dampak lingkungan yang ditimbulkan," tegas Husain.

Satu sisi juga, Polda Kaltim mesti segera mempercepat proses penyelidikan seret ke meja pengadilan dengan cara objektif dan independen.

"Pendalaman investigasi pada patahan pipa milik Pertamina harus dijalankan secara objektif, transparan, tidak berpihak untuk kepentingan tertentu," ujarnya.

Halaman
12
Baca Juga
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved