Gara-gara Dibongkar Pemerintah, Seorang Pria Bangun Rumah 4 Lantai di Lahan Sempit

"Seorang ahli menyatakan, rumah kami dapat mendukung hingga lima sampai enam lantai tanpa masalah," ujar pria itu.

Gara-gara Dibongkar Pemerintah, Seorang Pria Bangun Rumah 4 Lantai di Lahan Sempit
Sina via South China Morning Post
DESAIN UNIK - Pihak berwenang di XInyi, provinsi Guangdong, China, tidak terkesan dengan desain rumah yang unik itu dan memilih untuk membongkarnya. 

TRIBUNKALTIM.CO, XINYI - Impian memiliki rumah nampaknya tidak dapat terwujud bagi seorang pria di China.

Rumah yang dibangunnya kini dihancurkan oleh pihak berwenang. Pasalnya, dia membangun rumah dengan luas bangunan 100 meter persegi di atas tanah seluas 10 meter persegi di wilayah Xinyi, Maoming, provinsi Guangdong.

Dilansir dari South China Morning Post, Minggu (8/4), sang pemilik yang tidak disebutkan identitasnya secara kreatif telah mendesain rumah dengan empat lantai itu. Namun, pejabat setempat tidak terkesan dengan bangunan mungil tapi tinggi itu. Pada pekan lalu, bangunan tersebut dihancurkan dengan alat berat.

Kepala perumahan dan biro konstruksi setempat, Wen Shaobing, mengatakan, struktur bangunan itu ilegal sehingga berisiko terhadap keselamatan.

"Ada masalah kualitas dan risiko keamanan. Tindakan kami berdasarkan hukum yang berlaku," katanya. Pemilik mengklaim, rumah dibangun setelah berkonsultasi dengan seorang ahli.

"Seorang ahli menyatakan, rumah kami dapat mendukung hingga lima sampai enam lantai tanpa masalah," ujar pria itu.

Fondasi digali sangat dalam, sementara beton dan batu bata dipastikan memperkuat struktur bangunan itu. Lantai atas yang berbentuk kotak menyudut untuk memaksimalkan keseimbangan, seperti layaknya mainan blok bangunan anak-anak.

Terlepas dari kreativitasnya, pemerintah setempat menyatakan pemilik rumah belum dapat persetujuan desain dan pada tahun lalu telah diminta untuk menghentikan pembangunannya.

Warganet justru memuji desain rumah mengingat harga properti di China kian melonjak. "Rumah itu terlihat lebih baik daripada kebanyakan bangunan di negara kami," tulis seorang pengguna aplikasi Weibo. " Tanah sudah sangat mahal, bahkan di daerah pedesaan, makin sulit untuk menemukan lahan untuk membangun rumah sendiri," tulis yang lainnya. (*)

Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved