Seni Budaya

Begini Ungkapan Syukur Warga Dusun di Gunungrego, Rebutan Hasil Bumi hingga Tandas

Ratusan warga memenuhi jalan aspal di depan rumah Budi Utomo di Kampung Manukan, Pedukuhan Gunugrego, Kecamatan Kokap.

KOMPAS.com/Dani Julius
Kecamatan Kokap di Kulon Progo, DI Yogyakarta dikenal sebagai tempat produsen gula kelapa dan gula semut, Sabtu (7/4/2018). Dusun Gunungrego salah satunya. 

Dari kelapa, laki-laki menderes nira, sedangkan perempuan mengolahnya menjadi gula berbentuk mangkuk karena dicetak pakai batok kelapa.

Kecamatan Kokap di Kulon Progo, DI Yogyakarta dikenal sebagai tempat produsen gula kelapa dan gula semut. Dusun Gunungrego salah satunya. Selain menghasilkan palawija, warga juga dihuni penderes nira.
Kecamatan Kokap di Kulon Progo, DI Yogyakarta dikenal sebagai tempat produsen gula kelapa dan gula semut. Dusun Gunungrego salah satunya. Selain menghasilkan palawija, warga juga dihuni penderes nira. (KOMPAS.com/DANI J)

Tukijo mengatakan, hampir semua keluarga di Gunungrego ini penderes nira.

"Bayangkan kalau 1 hari paling sedikit bisa produksi 2 kilogram itu, kalikan saja 200 kepala keluarga," kata Tukijo.

Sebagai ungkapan syukur warga itu, mereka membangun gunungan dari 200 gula kelapa yang dinamai Sri Rezeki di Merti Dusun kali ini.

Bobot gunungan itu bisa sampai 50 kilogram.

Baca: Waduh, Facebook Kebobolan Lagi, Data 50 Juta Akun Diduga Bocor! Ini Ancaman Menkominfo

"Khusus gula merah tidak diperebutkan, tetapi hanya menjadi simbolisasi saja tentang kemakmuran warga dari menderes nira," kata Tukijo.

Semua warga menyambut tradisi ini dengan suka cita.

Mereka rela menunggu sejak pagi, dari remaja hingga orang tua.

Seniman-seniman lokal dusun pun muncul memeriahkan suasana, seperti incling atau kuda lumping yang diiringi musik angklung dan gong.

Halaman
1234
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved