Seni Budaya

Begini Ungkapan Syukur Warga Dusun di Gunungrego, Rebutan Hasil Bumi hingga Tandas

Ratusan warga memenuhi jalan aspal di depan rumah Budi Utomo di Kampung Manukan, Pedukuhan Gunugrego, Kecamatan Kokap.

KOMPAS.com/Dani Julius
Kecamatan Kokap di Kulon Progo, DI Yogyakarta dikenal sebagai tempat produsen gula kelapa dan gula semut, Sabtu (7/4/2018). Dusun Gunungrego salah satunya. 

Sesepuh Gunungrego berusia 75 tahun, Paiman Dwijo Suprapto, mengungkapkan, tradisi ini sebenarnya sudah sempat mati suri selama 3 dekade.

Namun, 4 tahun lalu, tradisi ini kembali dihidupkan seiring anjuran pemerintah.

Baca: Fadli Zon Bantah Pernyataan Desmon soal Prabowo Cuma Jadi King Maker

"Karena ini adalah peninggalan leluhur yang adiluhung sehingga perlu diungkap kembali," kata Paiman.

Gelaran tradisi diawali dengan kirab bregada atau prajurit keraton yang menenteng tombak.

Menyusul di belakangnya pasukan penggotong gunungan.

Kemudian warga yang membawa hasil bumi.

Kecamatan Kokap di Kulon Progo, DI Yogyakarta dikenal sebagai tempat produsen gula kelapa dan gula semut. Dusun Gunungrego salah satunya. Selain menghasilkan palawija, warga juga dihuni penderes nira, Sabtu (7/4/2018).
Kecamatan Kokap di Kulon Progo, DI Yogyakarta dikenal sebagai tempat produsen gula kelapa dan gula semut. Dusun Gunungrego salah satunya. Selain menghasilkan palawija, warga juga dihuni penderes nira, Sabtu (7/4/2018). (KOMPAS.com/DANI J)

"Maka kita berharap warga bisa bersatu padu, bercocok tanam, bibit bisa tumbuh baik, subur makmur, maka tata titi tentrem gemah ripah loh jinawi," katanya.

Tukijo mengatakan, selain menderes nira, warga juga bertani palawija. Hasilnya untuk dikonsumsi sendiri dan selebihnya dijual ke pasar.

Karena itu, dalam Merti Dusun ini terdapat gunungan palawija di sana.

Halaman
1234
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved