Dinas Pariwisata se-Kaltim Samakan Cara Menghitung Wisatawan

Pelatihan Pengolahan Data dan Penyusunan Data Statistik dan Menghitung Jumlah Kunjungan Wisatawan dihadiri puluhan pejabat.

Dinas Pariwisata se-Kaltim Samakan Cara Menghitung Wisatawan
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
PRESENTASI -Siti Qomariana S KOM saat presentasi Metode Perhitungan Statistik Pariwisata, pada Pelatihan Pengolahan Data dan Penyusunan Data Statistik dan Menghitung Jumlah Kunjungan Wisatawan di lantai 3 Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Selasa (10/4). 

SAMARINDA, TRIBUN - Pelatihan Pengolahan Data dan Penyusunan Data Statistik dan Menghitung Jumlah Kunjungan Wisatawan dihadiri puluhan pejabat dari Dinas Pariwisata se Kabupaten dan Kota di Kaltim, di Kantor Dispar Kaltim, Selasa (10/4).

Kasubbid Pengelolaan Data dan Informasi Kementrian Pariwisata RI, Siti Qomariana sebagai pemateri, memberikan respon positif atas antusiasme para peserta. "Saat sharing tukar pendapat teman-teman menjabarkan terbuka cara penghitungan wisatawan mancanegar dan nusantara untuk data data dibidang pariwisata," katanya.

Qomariah mengingatkan penghitungan jumlah wisatawan seusai aturan United Nation World Tourism Organization (UN-WTO), dihitung melalui pintu masuknya di suatu negara. Untuk penghitungan tingkat provinsi menggunakan Passenger Exit Survey (PES) dari kementrian pariwisata yakni pengeluaran lama tinggal dan profil wisatawan.

"Sebelum mengeluarkan data kita kordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Nanti BPS yang melakukan penghitungan bisa dihitung langsung direct sebagai contoh di Bandara Sepinggan di Pelabuhan dan di Samarinda maupun Pelabuhan, melalui darat diterminal, atau melalui pintu masuk dari udara, laut maupun darat. Sedangkan penghitungan indirect melalui pintu masuk domestik dan Lintas Provinsi," katanya.

Sementara itu, Kadispar Katlim Syafruddin Pernyata menyampaikan, setiap tahun melakukan rekapitulasi penghitungan data wisatawan se-Kaltim.

"Jika kita ingin melihat data wisatawan 2017 di bulan Desember maka provinsi harus tepat melaporkan ke Kementrian. Mengolah data harus cepat tepat akurat. Selain tahu kunjungan kita juga harus tahu sebab wisatawan berkunjung dan berapa lama tinggal untuk bahan evaluasi dan kajian kita. Kemudian dari situ bisa diketahui kontribusi penginapan, akomodasi dan konsumsi kurang lebih 9 persen di Kaltim dan merupakan kontribusi terbesar PDRB tertinggi dari seluruh sektor akomodasi penginapan hotel dan okupansi tapi jangan berpuas diri kita ingin lebih maju berkordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS),"tuturnya. (nev)

Penulis: Nevrianto
Editor: Adhinata Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved