Mangkrak Setahun Akibat Bangunan tak Menghadap Kiblat, RPH di Sangatta Beroperasi Lagi

Dua pejagal sapi terlihat sibuk menyembelih enam ekor sapi sekitar pukul 2.00 dini hari.

Mangkrak Setahun Akibat Bangunan tak Menghadap Kiblat, RPH di Sangatta Beroperasi Lagi
Tribun Kaltim/Margaret Sarita
RPH Kutim mulai dimanfaatkan untuk menyembelih sapi 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTARumah Potong Hewan (RPH) merupakan satu di antara aset Pemkab Kutai Timur yang bisa mengisi pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena, dari satu ekor sapi yang disembelih, ada pemasukan Rp 40.000 bagi pemerintah.

Setelah sempat mangkrak selama satu tahun belakangan ini, RPH Sangatta yang terletak di Jalan Poros Sangatta –Bengalon, akhirnya kembali digunakan, Jumat (13/4/2018) dini hari.

Dua pejagal sapi terlihat sibuk menyembelih enam ekor sapi sekitar pukul 2.00 dini hari. Seluruh sapi yang disembelih, akan dipasok ke seluruh pasar di Sangatta.

Baca: Bak Mermaid! Lucinta Luna Berenang Gunakan Kostum Putri Duyung, Netizen Tambah Nyinyir

“RPH sudah beroperasi lagi, dan akan terus beroperasi setiap hari. Jadi tidak ada lagi pemotongan hewan, khususnya sapi di luar RPH. Mulai sekarang, semua pemotongan hewan dilakukan di RPH,” kata Kadis Pertanian Sugiono, Jumat (13/4/2018).

Ke depan, Dinas Pertanian juga berharap seluruh pejagal di Sangatta yang jumlahnya sembilan orang, bisa masuk ke RPH. Jadi tidak ada lagi penyembelihan di luar RPH. Semua wajib masuk ke RPH. Kalau tidak, ilegal nanti jadinya.

“Selain pejagal, ke depan kita juga akan tempatkan dokter hewan di RPH. Sehingga sebelum dilakukan
penyembelihan, hewan tersebut melalui proses pemeriksaan kesehatan. Agar daging yang dikonsumsi aman,” ungkap Sugiono.

Baca: Organisasinya Disebut Dalam Sidang Rita Widyasari, Begini Tanggapan LAKI Kaltim

Seperti diketahui, selama setahun belakangan ini, para pejagal hewan enggan menyembelih sapi di RPH. Alasannya, tempat pemotongan tidak menghadap ke kiblat. Sementara dalam Islam, menghadap ke arah kiblat merupakan hal yang dianjurkan ketika akan menyembelih hewan. Selain membaca doa, menggunakan alat yang tajam dan bertakbir.

Beranjak dari hal tersebut, Dinas Pertanian Kutim langsung melakukan perombakan bangunan dan disesuaikan dengan rekomendasi para pejagal tersebut.

"Jadi kami ubah semua. Sekarang kami arahkan ke kiblat. Lantai tempat pemotongan juga diganti menggunakan keramik. Biar licin dan enak mendorong sapi. Kalau sebelumnya lantai kasar," kata Sugiono.

Baca: Pemkot Tunda Penerbitan Izin Guest House dan Homestay di Samarinda, Begini Tanggapan PHRI

Sedangkan keluhan soal pasokan listrik dan air, Sugiono mengatakan sudah terpenuhi pula. "

Air terjamin, listrik juga aman. Semua sudah terpenuhi. Kami dapat anggaran Rp 1 miliar lebih untuk penunjang RPH. Intinya kami mau RPH dimanfaatkan," ujar Sugiono.(*)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved