3 Titik di Samarinda Ini Sangat Rawan Korban Jiwa Jika Terjadi Kebakaran

kebakaran yang menimbulkan korban jiwa biasanya memang terjadi di kawasan padat penduduk

3 Titik di Samarinda Ini Sangat Rawan Korban Jiwa Jika Terjadi Kebakaran
Tribun Kaltim/Nevrianto
Lokasi tempat 6 korban jiwa yang merupakan anggota keluarga, pasca musibah kebakaran di jalan Merdeka2 di RT 91, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang Samarinda Kalimantan Timur, Selasa( 18/4/2018) 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Musibah kebakaran yang sudah menelan 6 korban jiwa di seputaran Jalan Merdeka 2 RT 91 Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Selasa (17/4/2018) dini hari harus jadi pelajaran semua pihak, khususnya ketika mendirikan permukiman.   

Berdasarkan data, kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Samarinda Robby Hartono melalui Kepala Seksi Evakuasi Penyelamatan Abdul Rahman di ruangannya, Selasa (17/4/2018), kebakaran yang menimbulkan korban jiwa biasanya memang terjadi di kawasan padat penduduk, akses terbatas, sumber air jarang, dan material bangunan sangat mudah terbakar.

"Yang sangat rawan seperti itu. Bangunan padat, dari kayu, akses sempit," ujarnya.

Dan lokasi seperti ini, terdapat hampir merata di seluruh kecamatan yang ada di Kota Samarinda. Dari sejumlah titik, yang paling rawan ada di seputaran Sungai Dama, Karang Asam, Samarinda Seberang.

Di tiga titik ini jelasnya, bangunan saling berdempetan dan  tidak dilengkapi akses jalan yang memadai. Jangankan untuk untuk akses masuknya petugas pemadam, untuk evakuasi diri sendiri saja kala terjadi kebakaran menurutnya  cukup sulit. 

Dan parahnya, bangunan-bangunan tersebut rata-rata masih terbuat dari papan.

"Kita imbau, kalau membangun jalan janganlah lebarnya  cuma (misalnya) 1 meter," ujarnya.

Masih berdasarkan pengamatan, ujarnya, adanya korban jiwa juga diakibatkan kondisi rumah yang sangat tertutup. Niat awalnya, pemilik rumah mungkin ingin menutup celah pencuri masuk. Namun sayangnya, pemilik rumah melupakan pembuatan jalur darurat, atau jalur darurat yang dibuat posisinya tidak sebagaimana mestinya.

Dia mengimbau, agar hal-hal seperti ini menjadi perhatian ke depannya.  Jika pemilik rumah tidak tahu di mana sebaiknya membuat jalur darurat, bisa berkonsultasi dengan pihak-pihak yang memang menguasai bidang tersebut.

"Kadang-kadang kita menutup semuanya untuk menghindari pencurian. Tapi pas kejadian, kita malah nggak bisa menerobos," ujarnya.

Penulis: Doan E Pardede
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved