Hampir Dua Pekan Ditahan, Dua Crosser Malaysia Akhirnya Dideportasi

Petugas Imigrasi langsung mencekal 8 warga Malaysia dimaksud. Selain itu disita lima unit motor trail.

Hampir Dua Pekan Ditahan, Dua Crosser Malaysia Akhirnya Dideportasi
Dokumentas Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan
Dua warga Malaysia yang hendak mengikuti Kejuaraan Nasional Grass Track di Pulau Sebatik, Selasa (17/4/2018) dideportasi dengan menumpang MV Labuan Expres dari Pelabuhan Tunon Taka, Kecamatan Nunukan. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Dua crosser Malaysia yang ditangkap Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan, Jumat (6/4/2018) di Pangkalan Aji Kuning, Pulau Sebatik akhirnya dideportasi.

Keduanya menyusul enam rekannya masing- masing Amir bin Salleh, warga Taman Shangrila Jalan Chong Thien Vun 91000 Tawau, Sabah, Malaysia, Andriano bin Bob, warga Taman Shangrila Jalan Chong Thien Vun 9100 Tawau, Sabah, Malaysia.

Juga Dedi bin Udin warga Kampung Pisang Hilltop 9100 Tawau, Sabah, Malaysia, Sudirman bin Amit, warga Taman Koharah Peti Surah 1894, 91043 Tawau, Sabah, Malaysia, Erwangsa bin Abd Haris warga TB 2427 Taman Thien Vun, Jalan Bunga Raya 91000, Tawau, Sabah Malaysia dan Suhairul bin Sehi, warga Kampung Pinang Ladang Tiger Peti Surat 13591007 Tawau, Sabah, Malaysia, yang lebih dulu dipulangkan ke Negara Bagian Sabah, Malaysia, Selasa (10/4/2018) lalu.

Misran bin Kadir, warga Taman Shangrila Jalan Chong Thien Vun 9100 Tawau, Sabah Malaysia dan Amir Hamzah bin SY Umar, warga Kampung Muhibbah Peringkat 2 91100 Lahad Datu, Sabah, Malaysia dipulangkan, Selasa (17/4/2018) melalui Pelabuhan Tunon Taka, Kecamatan Nunukan dengan menumpang MV Labuan Expres menuju Tawau.

"Kemarin 16 April 2018, deteni motocrosser Malaysia yang tersisa telah diberikan akuan cemas atau paspor sekali jalan oleh Noor Farizalaini binti Khairuddin Atase Imigrasi pada Konsulat Jenderal Malaysia di Pontianak," ujar Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan, Bimo Mardi Wibowo.

Dia mengatakan, Konsulat Jenderal Malaysia di Pontianak terus memantau perkembangan dua warga Malaysia ini hingga keluarnya surat perjalanan laksana paspor dimaksud.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan, Ferry Herling Ishak Suoth mengatakan, kedua warga Malaysia itu lebih lama menghuni ruang detensi Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan, karena belum memiliki kelengkapan dokumen keimigrasian.

Baca juga:

Bagaimana Respon Pendukung Jika Prabowo Diduetkan dengan Jokowi? Begini Hasil Survei Median

Halaman
12
Penulis: Niko Ruru
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved