Opini

Abraham Samad dan Suara dari Bawah

Dia beralasan sudah kapok ikut-ikutan urusan copras capres, seperti yang dia lakukan pada 2014 lampau.

Abraham Samad dan Suara dari Bawah
TRIBUN KALTIM / FACHMI RACHMAN
Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, mengunjungi Kantor Tribun Kaltim, Kamis (12/4/2018) sore. 

Asep menganggap Abraham Samad sebagai sosok yang berani untuk memberantas korupsi. Ibarat seseorang yang sedang bertarung menggunakan pedang, ketika pedang sudah terlepas dari sarungnya, Abraham tak akan menyarungkan kembali pedangnya sebelum menebas kepala para koruptor.

Baca: Misteri Saddam Hussein, Beredar Video Jasadnya Masih Utuh Setelah 12 Tahun Dikubur

Kata Asep, masalah besar bangsa ini adalah soal kesenjangan dan ketimpangan ekonomi. Menurut dia, masalah ini bisa diatasi jika korupsi berhasil ditekan. Dan, pada titik itulah, sang sarjana ekonomi yang terpaksa menjadi pengemudi taksi online ini menganggap Abraham Samad menjadi alternatif sebagai pemimpin bangsa ke depan.

Tak terasa, perjalanan menuju bandara Soetta pun sudah mendekati akhir. Saya ambil smartphone, lalu saya matikan fitur rekaman. A

sep tentu saja tidak menyadari bahwa percakapan kami saya rekam di smartphone saya. Maklum, jiwa jurnalis masih tetap melekat pada diri saya.

Turun dari mobil, Asep masih berkata kepada saya,

“Siapa tahu bapak berjumpa pak Abraham, mohon sampaikan salam hormat saya kepada beliau”. Saya mengangguk dan mengiyakan, sembari bersalaman dengan si pemilik tiga suara untuk Abraham Samad.
*

Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved