Kasus Hibah 3 Yayasan, Terdakwa Tedja Minta Hadirkan Saksi Fathur

Tawaran itu disampaikan Fathur As'ad yang tercatat sebagai staf di Biro Sosial (anak buah Sidik Amrullah).

Kasus Hibah 3 Yayasan, Terdakwa Tedja Minta Hadirkan Saksi Fathur
TRIBUN KALTIM / BUDHI HARTONO
Thomas Susadya Sutedjawidjaja terdakwa kasus dugaan korupsi dana hibah tiga yayasan mendengarkan keterangan 7 saksi secara bergilir di Pengadilan Tipikor Samarinda, Jalan M Yamin, Kamis (19/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim Budhi Hartono

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Terdakwa dana hibah tiga yayasan, Thomas Susadya Sutedjawidjaja sempat mempertanyakan kepada Jaksa Penutut Umum (JPU) untuk menghadirkan saksi Fathur ‎As'ad (yang saat itu sebagai staf di Biro Sosial Dinas Pendidikan Kaltim).

Terdakwa yang akrab disapa Tedja, akan membeberkan bahwa ia pernah diminta bantuan pendanaan untuk biaya sekolah, jika ingin dana hibah tersebut dicairkan.

Dalam persidangan, Tedja yang didampingi pensihat hukumnya Supiatna dan rekan, meminta kepada jaksa penuntut untuk menghadirkan saksi Fathur As'ad.

"Sebenarnya, Pak Faturahman ini tidak ada urusan dengan ini. Yang saya maksud, Fathur As'ad. Dia yang menawarkan saya supaya dana itu bisa cepat cair," ungkap Tedja, yang mengenakan kacamata dilengkapi kemeja warna krem, usai sidang di Pengadilan Tipikor Samarinda, Jalan M Yamin, Kamis (19/4/2018).

Baca juga:

Dibandingkan dengan Tuan Guru Bajang, Jawaban Kang Aher Tuai Simpati Netizen

Dibidik Klub Turki dan Malaysia, Marko Simic Mulai Kirim Kode Perpisahan pada Macan Kemayoran?

Lukaku Torehkan Capaian sebagai Striker Terbaik MU di Musim Pertama, CR7 dan Tevez pun Kalah

Anak Satpam Berhasil Meraih Gelar Doktor di UGM, Begini Kisah Perjuangannya

Tawaran itu disampaikan Fathur As'ad yang tercatat sebagai staf di Biro Sosial (anak buah Sidik Amrullah).

Kata Tedja, ia diminta bantu untuk menyekolahkan S3 di Unmul.

"Itu ada buktinya sama saya. Yang dibiayai sekolah dia dan istrinya. Totalnya Rp 650 juta. Dan istrinya juga mengajar di yayasan saya. Tapi setelah saya bermasalah, istrinya berhenti mengajar di yayasan saya," bebernya.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Kutai Barat, Indera, saat ditemui di kantin PN Tipikor Samarinda mengatakan, akan mengajukan permohonan pemanggilan saksi-saksi yang disampaikan terdakwa.

"Iya rencana minggu depan (Fathur As'ad) kita panggil. Termasuk anggota Fraksi Partai Hanura dan Fraksi PDS," tambah Indera yang didampingi jaksa Angga dan Ando. (*)

Penulis: Budhi Hartono
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved