Hari Kartini

Dipaksa Jadi Istri Ke-4 Bupati Jepara, Terungkap Sesungguhnya Perasaan RA Kartini Tentang Cinta

Kenyataan bahwa RA Kartini dipaksa menjadi istri keempat Bupati Jepara, KRM Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat terungkap.

Dipaksa Jadi Istri Ke-4 Bupati Jepara, Terungkap Sesungguhnya Perasaan RA Kartini Tentang Cinta
pojoksatu.id RA Kartini 

TRIBUNKALTIM.CO -- Kenyataan bahwa RA Kartini dipaksa menjadi istri keempat Bupati Jepara, KRM Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat terungkap dalam surat-suratnya yang dikumpulkan menjadi buku yang berjudul "Door Duisternis tot Licht".

Buku tersebut kali pertama diterbitkan pada 1911. Tak hanya mengenai kehidupan perempuan Jawa di zaman feodal dan penjajahan yang ditulis Kartini .

Tetapi juga  perasaan Kartini tentang cinta juga terungkap dalam surat-suratnya kepada sahabatnya tersebut.

Buku "Door Duisternis tot Licht" yang kemudian diterjemahkan Agnes Louise Symmers menjadi "Letters of a Javanese Princess", mengungkap beberapa pandangan Kartini tentang cinta, termasuk perasaannya terhadap pria yang ada di sekelilingnya.

Apakah pandangannya tetang cinta tersebut menyangkut kenyataan bahwa dia dipaksa menjadi istri keempat Bupati Jepara, KRM Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat?

Hanya Kartini dan Tuhan yang tahu.

Berikut ini kutipan pandangan Kartini tentang cinta yang termuat dalam "Letters of a Javanese Princess" yang telah dialihbahasakan ke dalam bahasa Inggris.

Kutipan surat Kartini:

sdad
Buku Letters of a Javanese Princess berisi kumpulan surat RA Kartini yang diterjemahkan ke bahasa Inggris (IST)

"Love! what do we know here of love? How can we love a man whom we have never known? And how could he love us? That in itself would not be possible. Young girls and men must be kept rigidly apart, and are never allowed to meet."

Cinta! Apa yang kita ketahui tentang cinta? Bagaimana kita dapat mencintai seorang pria yang tak pernah kita kenal sebelumnya? Bagaimana pria itu dapat mencintai kita? Tentu saja mustahil. Perempuan dan laki-laki muda dipisahkan, dan tak pernah diijinkan untuk berjumpa. (Jepara - 25 Mei 1899)

Halaman
123
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved