Kamis, 14 Mei 2026

Mengenal Lebih Dekat RA Kartini, dari Anak Selir hingga Penokohan Pahlawan Nasional

Tokoh pahlawan perempuan Raden Ajeng Kartini, kerap melekat di hati bangsa Indonesia.

Tayang:
Tribunwow
Selamat Hari Kartini 

TRIBUNKALTIM.CO - Tokoh pahlawan perempuan Raden Ajeng Kartini, kerap melekat di hati bangsa Indonesia.

Namun, sejumlah pihak justru meragukan kepantasan Kartini mendapatkan gelar hormat sebagai pahlawan.

Hal ini disebabkan adanya kecurigaan terhadap buku berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang.

Buku karya JH Abendanon ini, memaparkan terkait surat-surat yang ditulis Kartini.

Selamat Hari Kartini 2018
Selamat Hari Kartini 2018 (Tribunkaltim.co/ Arief Zulkifli)

Baca: Diciptakan WR Supratman, Beginilah Lagu Ibu Kita Kartini Jika Dimainkan dengan Biola, Merdu!

Namun, hingga kini surat asli Kartini itu tak pernah terkuak keberadaanya.

Inilah yang menyebabkan sejumlah kalangan menilai isi surat Kartini telah direkayasa JH Abendanon.

Apalagi, buku tersebut terbit saat masa pemerintahan kolonial Belanda sehingga dituding ada unsur politik etis di baliknya.

Dilansir dari akun Facebook @LukasSiahaanInstitute, seorang guru besar Universitas Indonesia, Prof Harsja mengungkapkan, hasil penelusurannya terkait penokohan Kartini.

Ia disebut menemukan sebuah kejanggalan yang mengejutkan.

Hal ganjil ini menyebut Kartini adalah pilihan orang Belanda untuk ditampilkan ke depan publik, sebagai pendekar perempuan asli pribumi yang memberikan kemajuan di Indonesia.

Kartini disebut kenal dekat dengan Cristiaan Snouck Hurgronje, penasehat pemerintah Hindia Belanda yang disebut mendorong JH Abendanon memberikan perhatiannya terhadap Kartini.

JH Abendanon adalah Direktur Departemen Pendidikan, Agama, dan Kerajinan.

Pada hasil riset Prof Harsja ini, diungkap pula siapa sosok Snouck Hurgronje dan JH Abendanon yang sebenarnya.

Termasuk, hal janggal soal surat-surat Kartini yang kemudian ditulis JH Abendanon menjadi sebuah buku.

Penokohan Kartini ini memang kerap diperbincangkan.

Namun, ditetapkannya Kartini sebagai pahlawan nasional di era pemerintahan Presiden Soekarno, Kartini diyakini sebagai tokoh perempuan yang meningkatkan derajat kaum perempuan di Indonesia.

Dilansir dari Wikipedia, Kartini tidak hanya pencetus emansipasi perempuan, ia justru berperan penting sebagai tokoh nasional.

Berdasarkan rekam jejaknya, pemikiran Kartini justru berperan penting terhadap perjuangan nasional.

Baca: Hari Kartini 2018, Ucapan Selamat Mengalir Kepada Menteri Susi Pudjiastuti

Baca: Habis Gelap Terbitlah Terang, Selain Kutipan Legenda Itu, Masih Ingat Lagu Ibu Kartini? Nih Liriknya

Berikut 12 fakta tentang Kartini:

1. Kartini adalah anak seorang selir

RA Kartini lahir dari seorang Bupati Jepara, RM Adipati Ario Sosroningrat dan seorang selir bernama Ngasirah.

Sejak Kartini lahir, ia sudah bisa merasakan perbedaan hidup di antara istri sah dan juga selir.

Sayangnya walau ia sudah mengerti akan hal itu, Kartini tetap menikah dengan seorang suami yang memiliki dua istri.

2. Kartini seorang anak tiri dari 11 saudara termasuk saudara kandung dan tiri.

3. Kartini merupakan anak paling tua di antara saudara kandungnya.

4. Memasak merupakan salah satu kegemaran Kartini

Kartini memasak untuk diplomasi dan menunjukan peradaban Jawa di mata Belanda.

5. Resep makanan paling terkenal dari Kartini adalah Sup Pangsit Jepara dan Ayam Besengek

Resep ini ditulis dalam aksara Jawa dengan takaran yang masih menggunakan alat ukuran abad 20.

Resep ini ditulis kembali oleh Suryatini N.Ganie selaku cicit dari Kartini.

6. Kartini hanya diperbolehkan sekolah sampai jenjang ELS (Europese Lagere School).

7. Melahirkan pada 13 September 1904 dan Meninggal 4 hari kemudian pada tanggal 17 September 1904.

8. Menjadi empat nama jalan raya di Belanda, yaitu di Amsterdam, Utretch, Veerlo dan Harleem.

9. Menjadi juru dakwah dengan mengenalkan agama Islam (sebagai agama cinta damai).

Kartini selalu berusaha memberikan wajah yang baik tentang Islam kepada dunia.

Dia membawa cerita-cerita tentang ajaran Islam dalam korespondensinya.

Kartini pernah mengirim surat dan foto Paus dengan bingkai ukiran Jepara kepada Mr. Abendanon.

10. Perkenalkan Ukiran Jepara ke Eropa

Selain membangun sekolah untuk perempuan sebagai bentuk perjuangannya akan emansipasi wanita, Kartini juga memperkenalkan ukiran Jepara sampai ke Eropa.

Karena tindakannya ini, maka Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1929 mendirikan Openbare Ambachtsschool atau Sekolah Ukir Jepara sebagai penghargaan kepada Kartini.

11. Ide-ide Cemerlang Dalam Surat-surat Kartini

Di usianya ke 20 tahun, Kartini sudah berani menulis surat kepada pemerintahan Hindia Belanda.

Surat pertamanya pada saat itu berisi pengajuan beasiswa untuk bisa bersekolah di Belanda.

Surat pengajuan tersebut akhirnya disetujui, setelah itu Kartini juga mengajukan surat agar mendapatkan beasiswa bersekolah di Batavia, tetapi karena dia telah menikah, beasiswa tersebut diberikannya kepada pemuda bernama Salim dari Riau.

Selain surat pengajuan beasiswa, Kartini juga menulis surat protes kepada pemerintahan Hindia Belanda.

Pada saat itu, dimana belum ada Sumpah Pemuda, Kartini mengusulkan agar Bahasa Melayu dan Bahasa Belanda menjadi bahasa media cetak dan dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan.

12. Pada 2 Mei 1964, Presiden Soekarno mengeluarkan Kepres RI No. 198 Tahun 1964 yang menetapkan bahwa Raden Ajeng Kartini adalah Pahlawan Kemerdekaan Nasional.

Hari lahirnya dijadikan hari nasional yang dikenal sebagai Hari Kartini.(*)

Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul RA Kartini Ternyata Anak Selir Hingga Tudingan Rekayasa Belanda, 12 Fakta yang Jarang Diketahui

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved