Sulit Melaut, Nelayan Tukar Ikan Demi Mendapat BBM

Para nelayan mengaku kesulitan melaut, karena sulit mendapat bahan bakar untuk menghidupkan mesin kapal-kapal mereka.

Sulit Melaut, Nelayan Tukar Ikan Demi Mendapat BBM
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
Para nelayan di Kabupaten Berau mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM untuk menunjang aktivitas mereka menangkap ikan di laut. Masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan berharap, ada SPBU yang khusus melayani para nelayan seperti yang ada di Tanjung Redeb ini. 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Geafry Necolsen

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB -  Tidak hanya antrean panjang di sejumlah SPBU, para nelayan di wilayah pesisir hingga kini juga kesulitan mendapat Bahan Bakar Minyak (BBM).

Terutama nelayan yang ada di Pulau Balikukup, Kecamatan Batu Putih.

Para nelayan mengaku kesulitan melaut, karena sulit mendapat bahan bakar untuk menghidupkan mesin kapal-kapal mereka.

Padahal, mayoritas warga di daerah pesisir selatan berprofesi sebagai nelayan.

Baca: Pacaran dengan Pria Lebih Muda? Kenapa Nggak, Ini Loh Keuntungannya

Udin, nelayan Kampung Batu Putih mengatakan, dirinya termasuk nelayan yang kesulitan mendapat BBM.

“Karena di sini memnag belum ada SPBU, jadi kami terpaksa membeli BBM eceran yang harganya mahal. Satu botol (tidak sampai satu liter) harganya 10 ribu,” ungkapnya.

Demikian pula dengan para nelayan yang menggunakan BBM jenis solar, juga mengeluhkan sulitanya mendapat BBM jenis ini.

“Kalaupun ada, harganya mahal. Kalau hasil tangkapan banyak, bisa menutupi biaya operasional. Kalau  ikan yang didapat sedikit, malah tekor (rugi),” ungkap Wahyudi.

Halaman
123
Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved