Paspor WNI Ditolak, LSM Minta KRI Jangan Keluarkan Paspor

Mansyur mengatakan, dengan membuat paspor di Nunukan, tentu tenaga kerja Indonesia (TKI) dipastikan kelengkapan identitasnya.

Paspor WNI Ditolak, LSM Minta KRI Jangan Keluarkan Paspor
TRIBUN KALTIM / NIKO RURU
Sejumlah Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI) ilegal diamankan di Mako Pangkalan TNI Angkatan Laut Nunukan. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Pemerintah diminta mencabut kewenangan Konsulat Republik Indonesia di Negara Bagian Sabah, Malaysia untuk menerbitkan paspor bagi warga negara Indonesia.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pancasila Jiwaku, Mansyur Rincing mengatakan, penerbitan paspor di Konsulat Republik Indonesia menjadi salah satu penyebab adanya identitas ganda.

Hal ini yang membuat paspor sejumlah warga negara Indonesia ditolak di Malaysia.

“Dirjen Imigrasi harus mengubah aturan, jangan diberikan kewenangan penerbitan paspor di konsulat. Semua harus membuat paspor di Nunukan, mengikuti program Poros Perbatasan,” ujarnya, Rabu (25/4/2018).

Baca: Laga Persib Vs Persija Terancam Diundur, Polisi Khawatirkan Hal Ini

Mansyur mengatakan, dengan membuat paspor di Nunukan, tentu tenaga kerja Indonesia (TKI) dipastikan kelengkapan identitasnya.

“Karena di sini dia dibuatkan akta lahir, ada KTP. Jadi tidak mungkin ada identitas ganda,” ujarnya.

Para TKI ilegal harus dipulangkan ke Nunukan, bukan dengan memfasilitas pembuatan paspor di Sabah.

“Harus dipulangkan ke Nunukan mereka. Kita harus melihat kepentingan negara. Karena selama ini Nunukan hanya terkena imbasnya saja,” ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Niko Ruru
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved