Gelar Borneo Forum II, GAPKI Targetkan Penambahan Jumlah Anggota

kegiatan ini diharapkan akan meningkatkan jumlah anggota karena dengan jumlah lahan sawit yang ada, baru 50 persen yang baru menjadi anggota.

Gelar Borneo Forum II, GAPKI Targetkan Penambahan Jumlah Anggota
Tribun Kaltim/Siti Zubaidah
Pembukaan Borneo Forum II 2018 di Novotel Balikpapan 

TRIBUNKALTIM.CO - Beberapa perusahaan kelapa sawit yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Kepala Sawit Indonesia (GAPKI) mengikuti Borneo Forum II 2018 di Novotel Balikpapan, Kamis (26/4/2018).

Kanya Lakshmi Sidarta, Sekretaris Jendral GAPKI mengatakan  kegiatan ini diharapkan akan meningkatkan jumlah anggota karena dengan jumlah lahan sawit yang ada, baru 50 persen yang baru menjadi anggota.

 "Jadi tentunya dengan penambahan anggota otomatis keahlian untuk berkebun semakin baik produktivitas otomatis meningkat," katanya. 

Baca: Tanaman Langka Ini jadi Penanda Lokasi Bongkahan Berlian, Coba Cari Adakah di Sekitarmu?

Disampaikan Kanya, Saat ini Anggota GAPKI baru sekitar 700 perusahaan, tapi tidak bisa melihat dari jumlahnya saja, luasanya juga beragam.

"Tadi sudah disampaikan untuk menjadi anggota harus memiliki lahan sawit sekitar 200 hektare, sekarang kita membuka anggota luar biasa dimana luasan kurang dari 200 hektare bisa bergabung dan diakomodir menjadi anggota," ujarnya.

Tentu target-targetnya dalam hal ini adalah berupa kooperatif. Jadi menampung otomatis petani utuk berkumpul dalam satu wadah. Kalau sudah berkumpul otomatis untuk menjadikan perkebunan Agri culture berjalan baik dan benar.

Baca: Borneo FC Vs Madura United, Dejan Ingin Timnya Manfaatkan Status Tuan Rumah

"Petani itu mengaturnya secara kooperatif, itulah yang diharapkan, kalau begitu produktivitas bisa meningkat, kepedulian terhadap lingkungan, peningkatan ekonomi otomatis akan lebih baik," ungkapnya.

Kaltim sendiri baru 30 persen perusahaan yang bergabung. Tentunya banyak harapan dari GAPKI untuk Kalimantan yang terkenal dengam perkebunan sawit. 

"Berharap banyak dan yakin kepedulian perusahaan untuk setidaknnya keingintahuan apa itu GAPKI, karena sekarang yang namanya sawit semakin mendunia. Persaingan semakin tinggi, otomatis nasionalisme semakin ditantang," ungkapnya

Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved