Devisa dari Sawit Kini Diatas Sektor Migas, Kawasan Perkebunan Bisa Ditetapkan Jadi Obvitnas

Perkebunan menjadi sektor yang memberi devisa negara paling besar dibandingkan dengan sektor migas dan lainnya

Devisa dari Sawit Kini Diatas Sektor Migas, Kawasan Perkebunan Bisa Ditetapkan Jadi Obvitnas
Istimewa
Diskusi Borneo Forum II 2018 di Novotel 

TRIBUNKALTIM.CO - Hari kedua pelaksanaan Borneo Forum 2018, Jumat (27/4/2019) yang berlangsung di Novotel Balikpapan masih tetap berjalan menarik.

Selain diramaikan pameran dari perusahaan perkebunan kelapa sawit , acara yang berlangsung selama 2 hari ini juga diisi dengan sejumlah diskusi.

Diskusi hari kedua ini acara yang digelar oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) ini diisi oleh nara sumber nasional diantaranya Mabes Polri dan DPR RI.

Baca: Rizieq Shihab Punya Setitik Harapan, Kepala Staf Presiden Bongkar Status Hukumnya

Firman Subagyo yang juga Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI mewakili pihak legislatif. 

Khusus dari Mabes Polri, nara sumber yang tampil adalah Brigjend Ahmad Lumumba SH,  yang sehari-harinya menjabat sebagai Direktur Pengamanan Objek Vital (Dir Pam Obvit) Kabarharkam.

Dalam diskusi yang mengambil tema ‘Sosialisasi pengamanan dan Penegakan Hukum di lingkungan perkebunan’  tersebut, Ahmad Lumumba, memaparkan jika perkebunan saat ini menjadi sektor paling besar penghasil devisa negara.

Bahkan dari segi perolehan devisa, sektor perkebunan saat ini sudah mengalahkan sektor Migas.

Baca: 21 Orang Tewas, Mengapa Warga Nekat Mengebor Minyak Secara Tradisional?

Karena itu Polri wajib memberikan pengamanan yang baik namun tanpa mengabaikan sektor-sektor yang lain.

Berkaca dari itu, perkebunan sawit dapat ditetapkan menjadi obyek vital nasional  (Obvitnas) karena bersifat strategis bagi perekonomian nasional dan memenuhi hajat hidup masyarakat.

Sebagaimana Keputusan Presiden Nomor 63 Tahun 2004. Tentang Pengamanan Obyek Vital Nasional

“Perkebunan menjadi sektor yang memberi devisa negara paling besar dibandingkan dengan sektor migas dan lainnya, maka Polri Berkewajiban melakukan pengamanan yang lebih baik lagi tanpa meninggalkan sektor yang lain,” katanya.

Sore nanti rencananya Borneo Forum II 2018 akan ditutup, sekaligus secara simbolis akan diserahkan bendera kepada Ketua GAPKI Kalbar, yang akan menadi tuan rumah Borneo Forum di tahun 2019 nanti.

Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved