Jumat, 24 April 2026

Pilgub Kaltim 2018

Usai Debat Pertama Pilgub Kaltim, Ini Nih Adegan yang Banyak Diperbincangkan Publik

Saat Safaruddin, Calon Wakil Gubernur (Cawagub) dengan nomor 4 berdebat dengan Awang Ferdian Hidayat, Cawagub nomor 2.

Tribunnews/Jeprima
Safaruddin Cawagub Nomor Urut 4 dan Awang Ferdian Hidayat Cawagub Nomor Urut 2 saat mengikuti acara Debat Publik Pertama Pilgub Kalimantan Timur di Studio Metro TV, Jakarta Barat, Rabu (25/4/2018). Debat kali ini mengusung tema Isu Strategis Kalimantan Timur. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Debat publik Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018 yang pertama telah digelar Rabu (25/4/2018) lalu.

Namun, berbagai hal yang terjadi selama debat tersebut terus jadi perbincangan.

Salah satu yang menjadi perbincangan saat acara yang digelar di Stasiun Metro TV Jakarta adalah saat Safaruddin, Calon Wakil Gubernur (Cawagub) dengan nomor 4 berdebat dengan Awang Ferdian Hidayat, Cawagub nomor 2. 

Baca: KPU Kekeuh Larang Eks Napi Korupsi Ikut Pileg 2019

Baca: Diisukan Hamil, Jessica Iskandar Buka-bukaan Alasan Utamanya Pergi ke Amerika

Ketika itu Awang Ferdian mencecar pertanyaan tentang program kerja Rusmadi-Safaruddin membantu desa dengan Rp5 miliar – Rp10 miliar.

Awang Ferdian mengklaim dengan bantuan sebesar itu per desa, maka APBD Kaltim yang sedang melorot tinggal sekitar Rp8 Triliun habis hanya untuk membantu desa.

Sementara untuk kegiatan pembangunan lainnya serta gaji pegawai, bagaimana?

Baca: Ingin Bodi Kuat dan Seksi ala Superhero Avengers? Begini Trik Latihannya

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Inggris Akhir Pekan Ini, Big Match : Manchester United Vs Arsenal

Menerima pertanyaan itu, Syafaruddin berusaha menjelaskan bahwa program yang dimaksudnya adalah tiap desa harus mengajukan proposal dulu, apa layak dibantu dengan nilai itu.

Bantuan bukan untuk dibagi-bagi kepada oknum desa, tapi harus terseleksi memang untuk kebutuhan rakyat di desa seperti pemberdayaan dan produksi.

Bantuan kepada desa juga tidak diberikan saban tahun, tapi selama lima tahun semasa jabatan gubernur dan wakil gubernur terpilih.

Baca: Ustaz Solmed Akhirnya Beri Klarifikasi Usai Video Callnya dengan Wanita Bikin Heboh

Baca: Cara Registrasi Ulang dan Cek Status Kartu Prabayar, Paling Lambat 30 April 2018 Loh. . .

Nada suara Safaruddin sempat meninggi ketika mengatakan bahwa tugas pemerintah daerah juga mengejar dana dari pemerintah pusat untuk desa.

Situasi jadi terbalik ketika Safaruddin yang balik bertanya kepada Awang Ferdian Hidayat.

Pertanyaan seputar program kerja pasangan calon nomor 2 itu dijawab Awang Ferdi bahwa mereka juga punya program membantu dana desa sebesar Rp1 triliun per desa.

Baca: Aktivis 98 Protes Keras, Saat Amien Rais Klaim Sebagai Bapak Reformasi

Baca: Jambret Cilik di Balikpapan Barat Ditangkap Polisi

Mendapat pernyataan yang didengar pemirsa televisi di seluruh Indonesia itu, Safaruddin langsung balik bertanya;

“Tadi Anda bilang Rp1Triliun per desa. Kalau begitu cuma 8 desa yang kalian bantu,” tembak Safaruddin yang kemudian mengundang gemuruh di ruangan itu.

Akhirnya Awang Ferdian Hidayat meralat bahwa yang dimaksud adalah Rp1 triliun untuk membangun seluruh desa.

Baca: Dengar Iniesta Tinggalkan Barcelona, Marquez Sampaikan Simpati Khusus

Baca: Tabligh Akbar Polresta Samarinda, Ajak Warga ciptakan Pilkada Damai

Akhir dari ‘drama’ debat keduanya diakhiri dengan saling bersalaman dan cipika-cipiki.

Irjen Pol Purnawirawan Safaruddin sebelumnya adalah Kapolda Kaltim. Setelah masuk masa pensiun Ketua Umum Megawati Soekarnoputri memilihnya untuk maju dalam Pilgub Kaltim.

Dia ditugaskan untuk mendampingi Rusmadi sebagai Calon Gubernur. Rusmadi adalah seorang birokrat, mantan Sekdaprov dan Kepala Bappeda.

Baca: Alamak, Beredar Foto Diduga Lucinta Luna Berciuman dengan Pemain Bola Top Indonesia

Baca: Oalah, Alasan Syahrini tak Juga Menikah Dibocorkan Hotman Paris

Keduanya juga dianggap sebagai pasangan paling ideal.

Rusmadi yang ahli pertanian dan memahami birokrasi pemerintahan serta Safaruddin yang seorang Jenderal Polisi yang melindungi rakyat.

Survei yang dilakukan beberapa lembaga riset menyebutkan kecenderungan Rusmadi-Safaruddin bakal memenangkan Pilgub Kaltim 2018.

Baca: Ibu Tersangaka Penghina Nabi Muhammad, Sekarang Tengah Terbaring Sakit

Baca: Ki Joko Bodo Lepas Semua Ajian Saktinya Setelah Lihat Kabah

Program-program yang disusun dalam “Kaltim Bermartabat” dengan Dasacita atau 10 program kerja, cukup mewakili kebutuhan masyarakat yang sedang dipersiapkan menuju transformasi ekonomi Kaltim tahun 2030.

Tentang transformasi ekonomi agar Kaltim tidak lagi menggantungkan harapan dari Migas, Rusmadi mampu menguraikan bahwa sejak 10 tahun silam, langkah transformasi ekonomi itu sudah dilakukan dengan kebijakan di tangan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak sedangkan dirinya sebagai Kepala Bappeda dan kemudian Sekdaprov Kaltim.

“Sepuluh tahun lalu ketergantungan ekonomi Kaltim dari sektor migas mencapai 75 persen. Tapi sekarang setelah sepuluh tahun kami usahakan perubahannya, tinggal 65 persen,” kata Rusmadi.

Baca: Edan, Segini Honor Nikita Mirzani Sekali Manggung, Raffi Ahmad Aja Bisa Kalah

Baca: Blokir Total Mulai Berlaku 1 Mei 2018, Telkomsel Lakukan Langkah Ini

Dengan program-program pembangunan yang tepat, Rusmadi mengaku mampu untuk terus melepasakan diri dari ketergantungan Migas.

“Kuncinya adalah pemerintah bersama masyarakat mau bahu membahu, kerja keras,” ujarnya.

Jawaban lain yang bikin Rusmadi menjadi ‘beda’ dengan calon gubernur lainnya adalah kemampuan mengebolarasi masalah yang dipertanyakan dari panelis berbagai kalangan di Kaltim.

Baca: Hormati Ajaran Islam, Mesut Oezil lakukan Hal Mengejutkan Saat Dilempar Roti di Lapangan

Baca: Waspada, Siang Ini Jakarta Bakal Diguyur Hujan Mencekam

Salah satunya tentang deforestasi akibat tambang dan menegakan keadilan bagi korban lubang tambang. Hal pertama disampaikan Rusmadi yaitu dirinya mengakui bahwa tambang memang penyebab deforestasi.

Ia pun lalu menyebut jumlah izin tambang dan luasannya melebihi areal penggunaan lain dalam tata ruang di Kaltim.

"Kita memiliki 1.103 izin usaha pertambangan dengan luas 5,1 juta hektare. Padahal areal penggunaan lain hanya 4,4 juta hektare. Berarti, areal pertambangan ini masuk areal pemukiman, pertanian," katanya.

Baca: Tampil Natural Saat Berenang, Kecantikan Aura Kasih Tuai Pujian

Baca: Al Ghazali Beri Lampu Hijau dan Doakan Maia Estianty Segera Menikah dengan Irwan Mussry

Kelebihan luasan izin tambang inilah akhirnya memakan korban jiwa. "Oleh karena itu, kenapa banyak lubang tambang dan makan korban," kata Rusmadi.

Rusmadi melanjutkan penjelasannya bahwa permasalahan timbulnya korban jiwa di lubang tambang harus diatasi melalui penataan dan penertiban izin tambang. "Ini soal penataan, soal penertiban perizinan," katanya.

Kebetulan, dirinya pernah sebagai Sekda Provinsi Kaltim. Pengalamannya bersama Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak sudah mencabut ratusan izin tambang.

Baca: Diidolakan Banyak Orang, Mari Kenalan dengan Ri Sol Ju, Istri Kim Jong Un yang Cantik

Baca: Ayu Ting Ting Kembali Dikalahkan Via Vallen, Daftar Lengkap Pemenang SCTV Music Awards

"Ketika UU No 33 Tahun 2014 ada, wewenang izin tambang diberikan oleh kepada provinsi. Yang saya lakukan sebagai Sekda, bersama Pak Gubernur adalah melakukan penataan dan penertiban," kata Rusmadi.

Rusmadi dihadapkan terdapat 807 izin pertambangan belum clean and clear yang melanggar peraturan dan perundang-undangan di Kaltim.

"Sampai saya selesai melaksanakan tugas sebagai Sekda. Masih ada 407 izin tambang dan itu luasnya 2,5 juta hektare. Sesuatu yang luar biasa.Dan itu ke depan tidak bisa dibiarkan," jelas Rusmadi.

Baca: Gara-gara Ada Tokoh Ini, Film Dilan Dilarang Tampil di TV

Baca: Nagita Slavina Dikabarkan Hamil Lagi, Reaksi Raffi Ahmad Mengejutkan

Rusmadi sepakat bahwa pertambangan batu bara terus bisa dijalankan untuk pertumbuhan ekonomi Kaltim dan kesejahteraan masyarakat.

Tapi, harus tidak merusak lingkungan.

"Memang sumber daya alam minyak bumi, gas dan batu bara harus dimanfaatkan, tapi tetap harus dalam perspektif memperhatikan lingkungan," katanya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved