Kapolres Bantah Anggotanya Gantung Diri, Warga Sempat Dobrak Kamar Aipda WS
Namun, di pertengahan perjalananan mantan anggota Reskrim Polres Balikpapan tersebut menghembuskan nafas terakhir.
Penulis: tribunkaltim |
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kabar meninggalnya anggota polisi berinisial Aipda WS (38) dengan cara bunuh diri langsung dibantah oleh Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Fitra.
Menurutnya WS yang bertugas di unit SPK Polsek Balikpapan Utara itu meninggal dunia karena sakit, Minggu (29/4).
"Meninggal karena sakit," kata Wiwin kepada Tribunkaltim.co melalui telepon seluler.
Lanjut perwira dua melati di pundak tersebut, WS telah lama mengidap penyakit usus buntu kronis. Sekitar 12.30 Wita, almarhum sempat dilarikan ke Rumah Sakit dr Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan.
Namun, di pertengahan perjalananan mantan anggota Reskrim Polres Balikpapan tersebut menghembuskan nafas terakhir. "Habis operasi dia, tidak sembuh-sembuh," katanya.
Aipda WS meninggalkan seorang istri dan anak. Belakangan Aipda WS belum lama pindah ke Polsek Balikpapan Utara, sebelumnya ia merupakan anggota Reskrim Polres Balikpapan.
Aipda WS meminta pindah ke Polsek Balikpapan Utara lantaran dekat dengan rumah. Tak hanya ia yang mengidap penyakit usus buntu, anaknya pun demikian. Sebabnya, permohonannya diterima pimpinan, kemudian ia bertugas di unit SPK Polsek Balikpapan Utara.
"Orangnya baik, tidak aneh-aneh. Dia minta pindah, karena mau jaga anaknya. Tentunya kami sangat kehilangan," tutur Wiwin.
Awal mula beredar kabar tewasnya anggota polisi Balikpapan tersebut lantaran bunuh diri. Informasi tersebut tersebar di saluran grup whatsapps wartawan.
Dan informasi ini dikuatkan dengan pengakuan warga yang merupakan tetangga Aipda WS. Menurut salah satu warga sekitar di kawasan Perumahan Griya Prima Lestari (Perum Polda), Kelurahan Graha Indah, Samuda mengatakan bahwa Aipda WS meninggal dunia karena gantung diri.
Kejadian berawal pada saat warga sedang bergotong royong di sekitar Langgar dekat rumah Aipda WS. Sekitar pukul 10.40 wita, sang istri tiba-tiba berteriak membuat warga yang bergotong royong dan warga sekitar sontak berdatangan ke rumahnya.
Saat didatangi ke rumah oleh warga, pintu kamar yang di dalamnya terdapat almarhum dalam keadaan terkunci. Saat itu juga, warga berusaha membuka pintu secara paksa.
"Ya dibongkar pintunya, soalnya dikunci dari dalam," ujar Samuda.
Setelah pintu berhasil terbuka, ditemukan Aipda WS dalam keadaan tergantung pada teralis jendela.
Aipda WS langsung dilarikan ke rumah sakit Kanujoso Djatiwibowo namun nyawanya tak lagi tertolong.
Samuda mengatakan, sebelumnya Aipda WS dikabarkan telah mengidap penyakit usus buntu, yang juga dialami oleh anaknya, dan diketahui almarhum sudah 2 bulan belakangan tidak masuk kerja di Polsek Balikpapan Utara lantaran sakit yang dideritanya.
Warga lainnya mengatakan bahwa Aipda WS diduga gantung diri karena depresi lantaran penyakitnya yang tak kunjung sembuh. "Depresi mungkin ya, sebelumnya sudah sakit-sakitan juga," ujar warga sekitar yang tak menyebutkan namanya.
Samuda menuturkan, semasa hidupnya, Aipda WS dikenal sebagai orang yang baik dan ramah terhadap tetangga sekitar. "Baik betul kok mas, orang-orang sini juga bilang baik aja dia itu. Ramah tamah orangnya," jelas Samuda.
Aipda WS dimakamkan di pemakaman muslim jalan Soekarno Hatta km 8, Balikpapan Utara, diiringi oleh anggota kepolisian, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan warga setempat, sekitar pukul 17.15 wita. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pemakaman_20180429_194323.jpg)