Agar Lebih Greget, Eselon Inspektorat Daerah Akan Dinaikkan Menjadi Setingkat Sekda

Selama ini kan sama. Seperti saya, saya nggak bisa menegur Kepala Dinas Pendidikan, eselonnya sama

Agar Lebih Greget, Eselon Inspektorat Daerah Akan Dinaikkan Menjadi Setingkat Sekda
TRIBUN KALTIM/SITI ZUBAIDAH
Asli Nuryadin 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dalam rangka memberantas dan mencegah terjadinya korupsi, Pemkot Samarinda akan memperkuat Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP).

Hal ini, kata Asli Nuryadin,  Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Samarinda ketika ditemui di ruangannya, Senin (30/4/2018), sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 22 Tahun 2018 yang salah satunya menyoroti tentang korupsi.

Baca: 3 Kecamatan di Daerah Hulu Bulungan Digenangi Banjir, Ketinggiannya Sampai Segini

 
Disampaikannya, peran Inspektorat Daerah (Itda) akan ditingkatkan. Agar lebih independen dan wewenangnya lebih kuat dalam bertugas, eselon Itda yang sebelumnya setara dengan Kepala Dinas/Badan akan dinaikkan menjadi selevel Sekretaris Daerah (Sekda).

Baca: Hadapi Ramadhan Warga Balikpapan Jangan Sembarangan Beri Sumbangan

"Dalam waktu dekat eselonnya akan ditingkatkan. Jadi tidak akan sama lagi dengan Kepala Bappeda. Dia setara dengan Sekda nanti," ujarnya.  

Selama ini, kata Asli, karena memiliki eselon yang sama Itda memang terkesan sungkan menegur Kepala Dinas/Badan yang terindikasi melakukan kesalahan. 

"Selama ini kan sama. Seperti saya, saya nggak bisa menegur Kepala Dinas Pendidikan, eselonnya sama," ujarnya.

Selain itu, kelembagaan Itda juga akan diperkuat dengan penambahan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memang ahli dibidangnya. Khusus di Kota Samarinda, kondisi SDM Itda saat ini menurutnya memang masih jauh dari kata ideal.

Baca: Puluhan UPTD Bakal Dihapus, Pemprov Kaltim Minta Waktu Eksekusi Satu Tahun

"Mungkin nanti penambahan tenaga-tenaga yang mumpuni, mungkin auditor atau apalah," ujarnya.

Bahkan untuk jangka panjang, Itda ini rencananya akan "diindependenkan" alias tidak menjadi bagian dari Pemkot Samarinda. Dengan demikian, pengawasan yang dilakukan akan lebih ketat dan pelaksanaan rekomendasi-rekomendasi yang diberikan atas sebuah kesalahan juga diharapkan bisa berjalan dengan baik.

"Kalau dalam sama dalam kan agak repot juga," ujarnya. 

Penulis: Doan E Pardede
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved