Berita Pemkab Kutai Timur

Bupati Minta Anak-anak Tak Berenang di Lokasi Banjir

Kota Sangatta setelah 10 tahun terakhir tidak mengalami banjir cukup tinggi, kini kembali mengalami bencana banjir yang terbilang cukup parah

Bupati Minta Anak-anak Tak Berenang di Lokasi Banjir
Istimewa
Evakuasi sekaligus memasok makanan pada korban banjir 

TRIBUNKALTIM.CO – Banjir yang melanda sebagian kawasan Kecamatan Sangatta Utara, Sangatta Selatan dan Bengalon menyita perhatian semua pihak.. Bupati Kutim, Ismunandar langsung terjun ke lapangan memantau kondisi warga di beberapa titik banjir.

Termasuk memberi bantuan sembako untuk sedikit meringankan beban musibah yang dihadapi warganya.

Penanganan korban banjir dan upaya kejadian berulang pun dibahas dalam coffee morning yang digelar Senin (30/4). Bersama Dandim 0909 Sangatta, Letkol Inf Kamil Bahren Pasha dan Kapolres AKBP Teddy Ristiawan, Bupati Ismunandar mengajak semua pihak bersama-sama membantu para korban banjir yang kebanyakan menetap di bantaran Sungai Sangatta.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ismunandar mengeluarkan beberapa opsi untuk penanganan dan penanggulangan banjir.

Satu di antaranya adalah pembangunan bendungan untuk menampung air yang meluap. Solusi lain yang muncul adalah mendongkrak rumah-rumah yang berada di bantaran sungai. Karena untuk merelokasi, banyak warga yang tidak mau.

“Kalau relokasi agak sulit. Tapi, bagaimana kawasan pemukiman di sekitar bantaran sungai tidak kebanjiran lagi. Semua langkah  yang dilakukan akan kita matangkan dulu. Jangan sampai, langkah yang sudah kita lakukan ternyata sia-sia,” ungkap Ismunandar.

Selain itu, untuk jangka pendeknya, Bupati Ismunandar mengajak seluruh stakeholder dan warga untuk membersihkan irigasi di kawasan pemukiman dan Sungai Sangatta yang di beberapa titiknya mengalami pendangkalan.

“Untuk saat sekarang ini, tindakan kita adalah mendirikan dapur umum. Agar warga korban banjir tidak kelaparan.

Memang sebagian korban hanya jalan di depan rumahnya saja yang banjir. Tapi mereka tidak bisa masak. Jadi kita antar pasokan makanan sampai tiga hari ke depan. Agar tidak kelaparan dulu,” ujar Ismunandar.

Ismunandar juga meminta agar para orang tua tidak membiarkan anak-anak mereka memanfaatkan lokasi banjir untuk berenang. Hal ini diketahuinya saat mengunjungi pemukiman warga yang terkena banjir.

“Banjir, anak-anak jangan berenang. Kemarin saya kunjungi, malah pada berenang warga di sana. Anak-anak, maupun remajanya. Nanti kalau ada apa-apa gimana. Terutama kalau ada buaya,” ujar Ismunandar.

Maklum, Kota Sangatta setelah 10 tahun terakhir tidak mengalami banjir cukup tinggi, kini kembali mengalami bencana banjir yang terbilang cukup parah. Dampak bencana alam kali ini, juga dirasakan kurang lebih 3.000 keluarga yang ada di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Terutama warga yang bermukim di bibir Sungai Sangatta.(advertorial/Kominfo Kutim/sar)

Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved