Chevron Apresiasi Kebijakan Pemerintah Tingkatkan Investasi Migas di Indonesia

Chevron Indonesia Companny mengapresiasi upaya yang diilakukan Pemerintah membuat iklim investasi migas

Chevron Apresiasi Kebijakan Pemerintah Tingkatkan Investasi Migas di Indonesia
Tribun Kaltim
Managing Director Chevron IndoAsia Business Unit Chuck Taylor

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Chevron Indonesia Companny mengapresiasi upaya yang diilakukan Pemerintah melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral membuat iklim investasi migas di Indonesia lebih kompetitif.

Seperti diketahui Pemerintah telah melakukan penyederhanaan proses perizinan sektor migas sebagai upaya menarik invesrasi ke Indonesia. Ini karena negara-negara tengah bersaing membikin iklim investasinya menarik.

Managing Director Chevron IndoAsia Business Unit Chuck Taylor dalam sesi Pleno IPA Convention & Exhibition ke 42 di JCC mengatakan pemerintah Indonesia terus menunjukkan komitmen bermitra dengan investor migas demi manfaat yang besar bagi negara.

Baca: Warga Paser Diminta Tenang, BMKG Prediksi Tak Ada Gempa Susulan

Upaya yang dilakukan antara lain penyederhanaan peraturan-peraturan dan penerapan ketentuan fiskal yang lebih menarik.

’’Dengan iklim investasi yang kompetitif dan potensi cadangan yang ada, Indonesia memiliki peluang bisa meningkatkan investasi migas, lapangan kerja dan pendapatan yang lebih tinggi bagi pemerintah,’’ ujarnya, Kamis (3/5).

Kemudahan perizinan dan iklim investasi ini penting bagi negara. Apalagi negara-negara di dunia kini bersaing untuk menarik modal masuk ke negaranya, terutama investasi sektor migas.

Baca: Bertemu Pemprov Mahasiswa HMI Sampaikan Beberapa PR Pemerintah

Chuck Taylor juga menjelaskan pandangan pelaku industri migas terhadap tingkat daya saing Indonesia dan bagaimana Pemerintah dan industri dapat bekerja bersama untuk meningkatkan daya saing Indonesia .

Selain itu ada sejumlah kunci utama untuk menarik investasi migas. Di antaranya pembagian hasil yang memberikan imbal-balik kompetitif bagi investor, ketaatan terhadap komitmen yang tertuang dalam kontrak, penyusunan regulasi yang didasarkan pada data dan praktik secara global, persetujuan yang tepat waktu, penyederhanaan proses perizinan, penyelarasan kebijakan antar kementerian maupun antara pemerintah pusat dan daerah.

Halaman
12
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved