Dapat Uang Tunai Rp 1 Juta, Korban Kebakaran di Tarakan Mau Beli Mukena dan Sajadah

Wanita berusia 50 tahun ini sama sekali tidak menyangka, apabila mendapatkan bantuan uang tunai ini.

Dapat Uang Tunai Rp 1 Juta, Korban Kebakaran di Tarakan Mau Beli Mukena dan Sajadah
Tribun Kaltim/Junisah
Gubernur Provinsi Kaltara Irianto Lambrie menyerahkan bantuan dari Pemprov Kaltara uang tunai sebesar Rp 1 juta per kepala keluarga (KK) kepada korban kebakaran, Kamis (3/5/2018) di Posko Kebakaran 

TRIBUNKALTIM.CO  -Betapa bahagianya raut wajah Rohani, salah satu korban kebakaran RT 32 Kelurahan Karang Anyar Pantai, usai menerima bantuan uang tunai sebesar Rp 1 juta dari Pemprov Kaltara yang diserahkan langsung Gubernur Provinsi Kaltara, Irianto Lambrie, Kamis (3/5/2018) di Pokso Kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan.

Wanita berusia 50 tahun ini sama sekali tidak menyangka, apabila mendapatkan bantuan uang tunai ini. Dengan adanya uang tunai ini, ia berencana akan membeli mukena dan sajadah, karena sebentar lagi memasuki bulan Ramadhan.

“Mungkin mau beli mukena dan sajadah, karena mukena dan sajada saya terbakar,” katanya.  

Baca: Chevron Apresiasi Kebijakan Pemerintah Tingkatkan Investasi Migas di Indonesia

Sudah empat hari ini, mulai dari pasca kebakaran wanita yang tinggal sendiri di Kota Tarakan tidur di tenda darurat BPBD Kota Tarakan. Ia memilih tenda darurat sebagai tempat tinggal, karena tidak memiliki sanak saudara. Rohani yang berasal dari Sulewesi Selatan memilih merantau ke Kota Tarakan.

Telah 8 tahun Rohani tinggal di Kota Tarakan dan menjadi warga Tarakan. Untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, perempuan yang mengenakan hijab ini bekerja di salah satu pabrik udang sebagai pengawas.

Selama di Kota Tarakan, ia memilih menyewa rumah di RT 32 Kelurahan Karang Anyar Pantai. Di rumah sewaan inilah Rohani tinggal. Ia membayar uang sewa Rp 500.000 perbulan, belum termasuk listrik dan air.Namun kini rumah sewannya terbakar, termasuk semua barang yang ada di dalam rumah sewa itu.   

Baca: Pondasi Jembatan Sedulang di Kukar Dikomplain Warga, Ini Penyebabnya

Begitupula yang dirasakan Lina, salah satu yang menerima bantuan uang tunai Rp 1 juta. Lina mengaku, senang. Sebab dengan uang ini akan membeli kebutuhan sekolah anak pertamanya yang dalam waktu dekat ini akan ulangan sekolah.

“Alhamdulillah dikasih uang tunai, yah mungkin saya belikan kebutuhan sekolah untuk anak saya. Kebetulan juga tadi dibantu beberapa perlengkapan sekolah untuk anak. Jadi kalau ada yang kurang pakai uang yang dikasih tadi sama pak gubernur,” ujarnya.

Gubenur Provinsi Kaltara Irianto Lambrie mengatakan, pihaknya memberikan uang tunai sebesar Rp 1 juta per KK. “Saya dapat informasi ada 83 KK yang menjadi korban kebakaran. Kalau 83 KK, berarti ada Rp 83 juta uang tunai yang diberikan,” katanya.

Irianto mengatakan, untuk pemberian uang tunai ini, tentunya korban kebakaran yang memenuhi persyaran mulai dari nama KK dan alamat tinggalnya. “Ini nanti pihak kita berkoordinasi dengan Pemkot Tarakan untuk membagikannya,” ujarnya.

Baca: Penasaran Gaji Karyawan Industri Otomotif Indonesia? Ternyata Menggiurkan

Seperti diketahui, terjdi kebkrn di dua RT masing-masing RT 25 dan RT 32 Kelurahan Karang Anyar Pantai Kota Tarakan Provinsi Kaltara, Senin (30/4/2018) pukul 15.30 Wita terbakar. Belum diketahui asal api, namun diduga penyebab api karena adanya korsleting listik dari salah satu rumah warga di RT 32.

Akibat musibah kebakaran ini tiga warga terluka mengalami luka robek ketika akan membantu memadamkan api dan empat orang syok. Peristiwa ini mengakibatkan 73 kepala keluarga (KK) dari 247 jiwa terpaksa kehilangan tempat tinggal.

Penulis: Junisah
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved