Dugaan Pungli di TPK Palaran

Megapungli Palaran, Castro Anggap Hanya Strategi Mengulur Waktu

Namun, perkembangan selanjutnya, Jaksa Penuntut Umum ajukan kasasi ke MA dan dikabulkan.

TRIBUN KALTIM/BUDHI HARTONO
Herdiansyah Hamzah, Pengamat Hukum Tata Negara Universitas Mulawarman, Samarinda. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim Anjas Pratama

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Dosen Fakultas Hukum Universitas Mulawarman, Herdiansyah Hamzah, kerap disapa Castro ikut menjawab terkait polemik putusan MA yang saat ini menimpa terpidana kasus megapungli TPK Palaran, yakni Jafar Abdul Gafar, Dwi Winarno, serta Hery Susanto (Abun).

Diketahui, keempatnya dinyatakan bebas oleh PN Samarinda beberapa waktu lalu.

Namun, perkembangan selanjutnya, Jaksa Penuntut Umum ajukan kasasi ke MA dan dikabulkan.

Imbasnya, hukuman bebas yang ditetapkan PN Samarinda, batal demi hukum.

Baca: Hmmm. . . Ternyata 10 Makanan Enak Ini Bisa Hambat Proses Penuaan Loh!

Dari informasi yang dihimpun, hukuman yang ditetapkan MA bervariasi antar satu terpidana dengan terpidana yang lain.

Gafar untuk 12 tahun penjara, Dwi dengan vonis 10 tahun penjara, Hery Susanto (Abun) 6 tahun.

Hal ini ia sampaikan melalui pesan Whats App kepada Tribun, Jumat (4/5/2018).

Baca: Sudah Nonton Avengers: Infinity War? Ini Bocoran Cerita Sekuel Selanjutnya

Halaman
123
Penulis: Anjas Pratama
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved