Pemuda dan Pelajar Perbatasan Deklarasi Gerakan Cinta Rupiah

Sejumlah pemuda, remaja, pelajar dan instansi terkait melakukan deklarasi Gerakan Cinta Rupiah, Jumat (4/5/2018).

TRIBUN KALTIM/JUNISAH
Pelajar di Sebatik deklarasi Gerakan Cinta Rupiah. Mereka memakai baju kaos merah dan membawa bendera merah putih, Jumat (4/5/2018) 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Junisah

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Di acara peresmian money changer atau penukaran uang di daerah perbatasan Kaltara tepatnya di Sebatik Kabupaten Nunukan, sejumlah pemuda, remaja, pelajar dan instansi terkait melakukan deklarasi Gerakan Cinta Rupiah, Jumat (4/5/2018).

Dalam deklarasi ini ada tiga poin yang disebutkan.

Baca: Warga Perbatasan Tukar Uang Ringgit sampai ke Tawau

Pertama, berkomitmen untuk menggunakan uang rupiah baik uang kertas maupun uang logam sebagai alat transaksi pembayaran yang sah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kedua, berkomitmen untuk menolak menggunakan mata uang asing sebagai alat transaksi pembayaran di wilayah NKRI.

Baca: Kini Money Changer Hadir di Sebatik

Ketiga, berkomitmen untuk melakukan penukaran mata uang asing di tempat layanan penukaran resmi.

Darmansyah, seorang pemuda yang memimpin membacakan ikrar deklarasi Gerakan Cinta Rupiah mengungkapkan, dengan membacakan deklarasi ini, ia akan berupaya mengajak, saudara, keluarga dan teman-temannya untuk berbelanja menggunakan uang rupiah.

“Karena sampai saat ini masih banyak masyarakat di Sebatik ini menggunakan ringgit. Yah karena kita ini dekat sekali dengan Tawau Malaysia, jadi wajar saja kalau masih ada yang pakai ringgit. Tapi dengan deklarasi ini saya akan mengajak masyarakat di Sebatik ini untuk pakai mata uang rupiah,” ujarnya.

Baca: LIVE STREAMING - Persib Bandung Vs Madura United Pukul 15.30 WIB, Jangan Ketinggalan Ya!

Tak hanya itu, rencananya dalam waktu dekat ini pula, Darmansyah juga akan mensosialisasikan cinta rupiah ini dengan mengunjungi SD dan SMP di Sebatik.

Diharapkan dengan sosialisasi ini anak-anak sekolah dapat lebih mencintai rupiah.

Baca: Sudah Nonton Avengers: Infinity War? Ini Bocoran Cerita Sekuel Selanjutnya

“Jadi kalau mau belanja di kantin sekolah lebih baik menggunakan rupiah daripada ringgit. Kalau ada yang punya uang ringgit lebih baik tukarkan dengan rupiah. Apalagi di Sebatik ini sudah ada money changer jadi tidak ada alasan lagi tidak punya rupiah,” ujarnya.   (*)

Penulis: Junisah
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved