BPS akan Petakan Potensi Desa, Ini yang Akan Dilakukan DPMPD Kaltim

Kemudian potensi ekonomi dan aksesibilitas, potensi sosial dan budaya, dan kondisi lingkungan dan keamanan meliputi pasar

TRIBUN KALTIM/BUDI SUSILO
Hamparan sawah yang luas yang sudah mulai menguning 

TRIBUN KALTIM.CO, SAMARINDA - Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim dalam sebulan ke depan melakukan sensus potensi desa (podes) di seluruh wilayah Kaltim. Adapun potensi desa yang akan diukur mulai dari potensi infrastruktur meliputi sarana pendidikan, kesehatan, olahraga, sarana dan prasanan perekonomian, tempat hiburan masyarakat, dan aset desa.

"Kemudian potensi ekonomi dan aksesibilitas, potensi sosial dan budaya, dan kondisi lingkungan dan keamanan meliputi pasar, kelompok pertokoan, rumah makan, hotel, industri kecil, produk unggulan desa, gotong royong, adat istiadat, bahasa daerah, dan lainnya," urai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD), Moh Jauhar Effendi, Senin (7/5/2018).

Jauhar mengungkapkan, upaya merekam basis data kewilayahan hingga tingkat desa tersebut dilaksanakan dengan melibatkan DPMPD Kaltim sebagai instansi yang bertanggung jawab melakukan pembinaan desa.

Baca: Ditanya Tentang Perceraiannya dengan Raffi Ahmad, Nagita Slavina Hela Napas Panjang: Jalanin Aja

"Terakhir potensi desa yang akan diukur terkait penyelenggaraan desa mulai dari pendidikan kepala desa, pemberdayaan masyarakat, pembangunan desa tiga tahun terakhir, dan pendapatan desa. Sumber datanya diperoleh dari aparat desa, tokoh masyarakat, bidan desa, penulusuran dokumen desa," katanya lagi.

Menurut Jauhar, DPMPD siap menugaskan staf yang membidangi pembinaan desa untuk melakukan pendampingan dalam pelaksanaan sensus. Termasuk menginformasikan ke DPMPD kabupaten agar ikut mendukung dengan fasilitasi dan pendampingan pelaksanaan sensus di daerah masing-masing desa.

Baca: Di Sela Jadwal Kampanye, Cawagub Ini Penuhi Panggilan Panwaslu untuk Beri Klarifikasi

Jauhar menilai, pelaksanaan sensus potensi desa tersebut penting disukseskan. Sebab hasilnya bisa menjadi acuan setiap desa dalam merencanakan pembangunan di wilayahnya dengan pendekatan berbasis potensi.

“Ini sejalan dengan mimpi kita merubah paradigma pembangunan desa dari tadinya menggunakan pendekatan masalah menjadi menggunakan pendekatan berbasis potensi desa,” ujarnya.

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved