Penasihat Hukum Abun Sempat Berencana Melapor Beredarnya Petikan Putusan Kasasi

petikan putusan kasasi MA dianggap hoax (berita palsu). Alasanya, petikan petusan tidak sesuai standar operasional

Penasihat Hukum Abun Sempat Berencana Melapor Beredarnya Petikan Putusan Kasasi
Tribun kaltim/Budhi Hartono
Roy Hendrayanto (tim kuasa hukum Abun) 

TRIBUNKALTIM.CO - Rencana penasihat hukum Roy Hendrayanto melaporkan beredarnya petikan putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) kepada tiga terpidana pencucian uang di Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran, Samarinda.

Petikan putusan MA yang beredar atas nama terpidana Jafar Abdul Gaffar, Hari Dwi Winarno dan Hery Susanto Gun, urung dilaksanakan.

Roy mengatakan, petikan putusan kasasi MA dianggap hoax (berita palsu). Alasanya, petikan petusan tidak sesuai standar operasional prosedur (sop). Menurut dia, jika salinan putusan kasasi telah terbit maka diserahkan ke pengadilan dan kejaksaan lebih dulu.

Baca: Aries Susanti Perempuan Grobogan Ini Taklukkan Jagoan dari Rusia

Justru petikan kasasi MA tersebar melalui media sosial dan diberitakan oleh media massa. Namun rencana untuk melaporkan beredarnya petikan putusan kasasi MA belum ditindaklanjuti.

"Dia (Abun) nggak boleh melapor. Kan dia masih menjalani sidang (di KPK)," kata Roy tim penasihat hukum Abun dan Noor Asriansyah, kepada Tribun melalui what's app, Rabu (9/5/2018).

Seperti yang diberitakan, Roy pernah mengungkapkan bahwa penjelasan bagian pelayanan informasi MA, salinan putusan kasasi diserahkan ke pengadilan dan kejaksaan lebih dulu.

Baca: Di Hadapan Hakim Zumi Zola Mengaku Bersalah, Tangisnya Pecah saat Disapa Warga Jambi

Ia menambahkan, bahwa beredarnya petikan putusan itu terkait dengan agenda menjelang Pilgub Kaltim. "Dugaanya sudah ada, tapi kita menunggu bukti dulu," tambah Roy, (3/5) lalu.

Penulis: Budhi Hartono
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved