Rabu, 8 April 2026

Renungan Kenaikan Yesus Kristus

Pdt Darius: Hidup-Nya Merupakan Teladan Sempurna bagi Umat Manusia

Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Editor: Fransina Luhukay
Pdt Darius, Gembala Sidang Gereja Oikos Samarinda 

Pdt Darius, Gembala Sidang Gereja Oikos Samarinda

Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka (Kisah Para Rasul 1:9).

HARI ini, Kamis 10 Mei 2018, umat Kristiani di seluruh dunia merayakan Hari Kenaikan Kristus ke surga. Khususnya umat Kristiani yang ada di Indonesia boleh berbangga hati karena pemerintah Indonesia menetapkan Hari Kenaikan Tuhan Yesus ke surga sebagai hari libur nasional, sehingga umat Kristiani dapat melaksanakan peribadatan.

Adapun peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ke surga merupakan rangkaian peristiwa yang tidak terpisahkan dari peristiwa sebelumnya: kelahiran, kematian, dan kebangkitan. Peristiwa-peristiwa ini ibarat matarantai yang tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Kelahiran Tuhan Yesus ke dunia tidak akan ada gunanya jika Ia tidak mengalami kematian. Pun tidak akan ada gunanya kematian Yesus jika Ia tidak mengalami kebangkitan dari antara orang mati, dan kebangkitan Yesus dari antara orang mati tidak akan ada faedahnya jika Ia tidak naik ke surga.

Masih ada satu peristiwa lain lagi yang tidak kalah pentingnya yaitu Kedatangan Yesus Kristus untuk kedua kalinya. Jadi, ada lima hal yang harus terjadi di dalam diri Tuhan Yesus: kelahiran, kematian, kebangkitan, kenaikan, dan kedatangan-Nya kembali.

Kenaikan Tuhan Yesus ke surga merupakan puncak pelayanan-Nya di bumi. Adapun kenaikan Tuhan Yesus ke surga merupakan suatu perayaan yang menggembirakan bagi umat Kristiani, karena dengan Yesus naik ke surga memberikan bukti konkret bahwa masih ada yang namanya kehidupan setelah kematian, dan umat Kristiani mempercayai bahwa kenaikan Yesus ke surga untuk mempersiapkan tempat bagi umat-Nya.

"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ. Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?" Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Yohanes 14:1-6).

Untuk apa Tuhan Yesus datang ke dunia (lahir, mati, bangkit, dan naik ke surga) untuk kita umat-Nya? Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita (1 Yohanes 3:16a). Adapun kehidupan Tuhan Yesus di bumi sangat singkat. Dia disalibkan pada umur 33 tahun lebih dan tampil di muka umum hanya selama 3,5 tahun. Yesus Kristus adalah sebuah pemberian bagi umat manusia, bahkan seluruh hidup-Nya diperuntukkan bagi kita merupakan kepedulian-Nya yang eksklusif. Hidup-Nya merupakan teladan sempurna bagi umat manusia. Dia sepenuhnya bebas dari kepentingan diri sendiri, Dia memiliki satu tujuan untuk datang ke dunia: kita, umat-Nya!

Konon, ada sebuah kisah seorang anak laki-laki yang tinggal di sebuah kota kecil, di pinggir pantai. Ia terampil membuat ukiran-ukiran kayu. Pada suatu hari, ia membuat perahu kecil dari kayu. Ia memasang layar pada perahu itu, dan perahu tersebut dapat berlayar. Pada suatu kesempatan, ia membawa perahu layarnya ke pantai dan membiarkannya ditiup angin, dan tiba-tiba ombak berubah arah sehingga perahunya terbawa ke tengah laut sehingga ia gagal mendapatkannya kembali.

Maka pulanglah ia tanpa membawa perahunya. Namun kemudian angin dan air pasang berbalik lagi dan perahu itu kembali ke pinggir pantai. Kemudian seseorang yang sedang melintas di pantai menemukan perahu itu. Ia mengambilnya dan melihat perahu itu cukup bagus, maka dibawanya perahu itu ke toko setempat dan menjualnya kepada pemilik toko.

Kemudian pemilik toko membersihkan perahu itu dan memajangnya di jendela etalase serta memasang harga 35 dollar. Beberapa waktu kemudian, anak laki-laki itu berjalan melewati toko tersebut dan melihat perahunya akan dijual seharga 35 dollar. Apa boleh buat, dia tidak dapat membuktikan bahwa perahu itu sebenarnya adalah miliknya. Jikalau ia ingin mendapatkannya kembali, hanya satu hal yang dapat dilakukannya: ia harus membelinya kembali.

Maka mulailah bocah itu bekerja. Apa saja ia mau kerjakan untuk mengumpulkan uang dan membeli kembali perahunya itu. Sesudah uangnya terkumpul, masuklah ia ke toko itu dan berkata: "saya mau membeli perahu itu." Ia membayarkan harganya, kemudian melangkah keluar sambil menenteng perahunya itu sambil berkata "sekarang kami menjadi milikku. Dulu, aku yang membuatmu dan baru saja aku membelimu kembali." Itulah yang dimaksud dengan penebusan. Dulu, Tuhan sendiri yang menciptakan kita. Tetapi kita ditemukan di pasar budak iblis, lalu Tuhan sendiri membeli kita kembali. Sekarang kita telah menjadi milik Tuhan.

Untuk itulah Dia datang atau lahir, mati, bangkit dan naik ke surga karena kita berharga di mata Tuhan. Coba bayangkan dirimu sendiri sebagai perahu kecil itu. Mungkin sewaktu-waktu engkau merasa dirimu tidak berarti dan kurang memenuhi persyaratan. Mungkin engkau bertanya-tanya dalam hatimu, benarkah Tuhan peduli denganku? Marilah meyakini bahwa kitalah perahu kecil itu yang kini berada dalam dekapan Tuhan. Dan, bahwa Tuhan berkata, "sekarang kamu ini milik-Ku, Aku-lah yang membuatmu dan Aku juga yang membeli kamu. Engkau milik-Ku." Itulah makna kelahiran, kematian, kebangkitan, dan kenaikan Tuhan Yesus bagi umat-Nya. Dia mendapatkan kita kembali!

Sedangkan makna Kenaikan Tuhan Yesus secara umum adalah supaya setiap manusia semakin mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Esa, karena dengan naiknya Yesus ke surga memberikan bukti konkret yang umum bagi semua umat manusia mengenai kehidupan setelah kematian (afterlife). Semua agama menyadari bahwa bumi hanyalah tempat kita tinggal sementara. Suatu saat semua manusia akan meninggalkan dunia ini, dan menghadap tahta Pengadilan Tuhan untuk mempertanggungjawabkan setiap perbuatan kita semasa hidup di dunia. Amin (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved