Tak Hapal Indonesia Raya dan Pancasila, Imigrasi Tolak Terbitkan Paspor

Kantor Imigrasi Tanjung Redeb, saat ini memang tengah gencar meningkatkan pengawasan terhadap orang asing

Tak Hapal Indonesia Raya dan Pancasila, Imigrasi Tolak Terbitkan Paspor
Tribun Kaltim/Geafry Necolsen
Imigrasi Kelas III Tanjung Redeb 

TRIBUNKALTIM.CO – Kantor Imigrasi Tanjung Redeb, belum lama ini terpaksa menolak permohonan pengajuan paspor, salah satu warga Kecamatan Tabalar.

Warga berinisial ARP ini memang mengantongi Kartu Tanda Penduduk Kabupaten Berau. Namun petugas di loket Imigrasi langsung mencurigainya, lantaran di dalam KTP, yang bersangkutan lahir di Tawau, Malaysia.

Baca: Angkutan Plat Hitam Dikabarkan Dilarang Masuk Bandara SAMS, Begini Tanggapan Kadishub

“Selain itu, saat berurusan dengan petugas kami, yang bersangkutan menggunakan logat melayu. Karena curiga, kami langsung melakukan wawancara,” ungkap Kepala Imigrasi Tanjung Redeb, Muhammad Kacung, Jumat (11/5/2018).

Dalam pemeriksaan lebih lanjut, baru diketahui, seluruh dokumen kependudukan milik ARP, baru saja diterbitkan. Ini terlihat dari dokumen-dokumen yang ditandatangani tahun 2018. '

“KTP dan Kartu Keluarga dan akta kelahiran baru saja diterbitkan di Berau, tahun 2018,” katanya lagi.

Dari hasil wawancara lebih jauh dengan ARP, akhirnya terungkap, jika ARP memang lahir dan sempat bersekolah di Tawau, Malaysia. Sementara, ARP tidak memiliki satu pun dokumen dari resmi dari Malaysia.

Baca: Di Antara yang Garang, Terselip Sosok Cantik Ikut Penyerbuan Teroris di Mako Brimob

Bahkan, kata Muhammad Kacung, ARP tidak bisa menyanyikan lagu Indonesia Raya dan tidak hapal bunyi Pancasila. “Malah lebih hafal lagu kebangsaan Malaysia,” ungkapnya. Imigrasi juga menyelidiki latar belakang keluarga ARP.

Menurut Kantor Imigrasi Tanjung Redeb, ARP lahir di Tawau, Malaysia, lantaran orangtuanya bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI), itu pun tidak resmi. Imigrasi pun langsung menolak menerbitkan paspor yang menurut ARP akan digunakan untuk menghadiri pernikahan keluarganya di Tawau.

“Kami menolak, karena yang bersangkutan kehilangan kewarganegaraannya. Selain itu mereka juga tidak pernah melapor ke Kedutaan RI di Tawau, keluar-masuk tidak melalui imigrasi yang resmi,” tegasnya.

Baca: Blazer Kekinian Model Setengah Jadi Ini Dijual Hampir RP 20 Juta! Tertarik Beli?

Menurut keterangan ARP kepada petugas imigrasi, dirinya memang lahir di Malaysia, karena orangtuanya juga sempat tinggal dan bekerja di Malaysia. Namun, Kantor Imigrasi juga tidak menemukan catatan keimigrasian kedua orangtuanya.

Muhammad Kacung menduga, keluarga ARP tidak pernah mengurus dokumen keimigrasian, baik di Indonesia maupun di Malaysia.

“Mungkin ditolak di sana (Malaysia), mereka mencoba membuat dokumen di sini (Berau),” tandasnya.

Kantor Imigrasi Tanjung Redeb, saat ini memang tengah gencar meningkatkan pengawasan terhadap orang asing, termasuk pengurusan paspor bagi Warga Negara Indonesia, juga harus dilengkapi dengan dokumen, serta melewati proses wawancara, guna memastikan paspor yang diterbitkan, tidak disalahgunakan.

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved