Senin, 13 April 2026

Nyaleg DPR RI, Sosok Ini Ingin Bantu Petani, Pemulung dan PKL di Kaltim

aya serius maju. Bukan coba-coba. Sebagai wakil rakyat di DPRD Kaltim, saya sudah berjuang membantu pembangunan tol

Penulis: Rafan Dwinanto | Editor: Januar Alamijaya
Tribun Kaltim/Rafan A Dwinanto
Ratusan Gojek Samarinda antar Martinus mendaftar sebagai Caleg DPR RI di PDIP Kaltim 

TRIBUN KALTIM.CO, SAMARINDA - Ratusan Gojek mengiringi pendaftaran Martinus sebagai bakal calon legislatif (Bacaleg) DPR RI, ke Sekretariat DPD PDIP Kaltim, di Jalan Kartini Samarinda, Sabtu (12/5/2018). Diketahui, saat ini Martinus merupakan Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, dari Fraksi PDIP.

"Gojek inikan wong cilik. Kebetulan saya kenal mereka, sering bergaul, ngumpul di warung kopi, jadi akrab. Mereka tawarkan diri untuk mengantar saya mengembalikan berkas caleg DPR RI," kata Martinus, usai proses pendaftaran.

Baca: Saipul Jamil Singgung Namanya di Penjara, Kabar Buruk Tiba-tiba Datang dari Dewi Perssik

Martinus merasa terpanggil untuk mengabdikan diri di level pusat. Setelah sebelumnya menunaikan kewajiban sebagai wakil rakyat di DPRD Kaltim.

"Saya serius maju. Bukan coba-coba. Sebagai wakil rakyat di DPRD Kaltim, saya sudah berjuang membantu pembangunan tol, bandara. Nah, di DPR RI, nantinya saya ingin membantu kaum wong cilik di Kaltim yang selama ini belum diperhatikan Pusat," katanya.

Maju di DPR RI, Martinus mengaku tak mengusung program yang bersifat mercusuar, seperti pembangunan infrastruktur dan sejenisnya. Martinus justru ingin membantu masyarakat kecil, jika dirinya diberi amanah sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Kaltim.

"Tidak yang besar-besar seperti infrastruktur. Karena saya yakin, soal infrastruktur ini sudah diselesaikan Pak Jokowi. Kita bisa lihat pesatnya pembangunan infrastruktur Indonesia tiga tahun terakhir ini," katanya lagi.

Baca: Megawati Ancam Pecat 35 Pimpinan PDIP, Ada Apa?

Membantu pembentukan koperasi petani, pedagang kaki lima (PKL) dan pemulung, menjadi fokus program Martinus. Menurutnya tiga kaum wong cilik inilah yang belum banyak tersentuh perhatian pemerintah.

"Saya kebetulan habis ikut pelatihan pengkaderan di Depok. Dalam pengkaderan itu, ada kunjungan lapangan ke Kementrian Koperasi dan UMKM. Di Kementrian itu ada Program Revolusi Mental Nawacita, di mana ada bantuan Rp 25 juta tanpa agunan," urainya.

Martinus mengaku siap mendampingi dan mengadvokasi kaum wong cilik di Kaltim untuk bisa mengakses Program Revolusi Mental Nawacita milik Kementrian Koperasi dan UMKM, tersebut.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved