Edisi Cetak Tribun Kaltim

Anwar Ibrahim Segera Bebas dan Dapat Pengampunan Kerajaan

Sebelumnya, Wakil Perdana Meteri Wan Azizah Wan Ismail menyebut sang suami, Anwar Ibrahim segera bebas.

Anwar Ibrahim Segera Bebas dan Dapat Pengampunan Kerajaan
Edisi Cetak Tribun Kaltim
Edisi Cetak Tribun Kaltim, Minggu (13/5/2018) 

"Agong meminta pengampunan bisa digelar secepatnya," tuturnya.

Pengampunan itu penting. Sebab, meski bakal segera bebas, hak berpolitik Anwar dibekukan selama lima tahun ke depan kecuali dia diampuni.

Anwar merupakan politisi yang menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri pada 1993-1998, atau ketika periode pertama Mahathir Mohamad.

Politisi berusia 70 tahun itu merupakan sosok yang cemerlang, dan digadang-gadang bakal menjadi suksesor Dr M, julukan Mahathir. Namun, karier politiknya hancur ketika Mahathir menudingnya telah melakukan sodomi dan korupsi.

Dia kemudian dipenjara atas tuduhan sodomi di 1998. Kemudian di 2013, saat pemerintahan Najib Razak, Anwar kembali mendapat vonis lima tahun penjara atas tuduhan yang sama.

Sebelum Pemilihan Umum (Pemilu) Rabu (9/5/2018), Mahathir menyambangi musuh lamanya tersebut.

Anwar kemudian menyerukan pengikutnya untuk membukakan jalan bagi Mahathir. Sesuai dengan kesepakatan, politisi berusia 92 tahun itu hanya akan menjabat selama dua tahun, dan kemudian menyerahkannya kepada Anwar.

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad yang baru dilantik mengatakan, raja Malaysia telah setuju untuk memberi pengampunan kepada ikon oposisi Anwar Ibrahim yang dipenjara.

"Raja menunjukkan kesediaannya untuk mengampuni Datuk Sri Anwar secepatnya," kata Mahathir merujuk pada Anwar Ibrahim.

Pernyataan pria berusia 92 tahun itu terlontar sehari setelah disumpah menjadi perdana menteri.

Mahathir mencetak kemenangan bersejarah usai mengalahkan koalisi pemerintah sebelumnya, Barisan Nasional.

"Kami akan memulai proses grasi untuk memperoleh pengampunan bagi Datuk Sri Anwar," ucapnya.

"Ini berarti grasi penuh. Dia harus dibebaskan dengan segera, saat dia telah diampuni," imbuhnya. (*)

Editor: Kholish Chered
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved