Breaking News:

Pilgub Kaltim 2018

Partisipasi dan Golput di Pilkada 2015 Beda Tipis, Target Nasional di Pilgub Kaltim Dirasa Berat

"Artinya, Kaltim harus mampu mencapai target tersebut. Ini memang cukup berat," ujarnya.

Penulis: Doan E Pardede | Editor: Kholish Chered
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Penandatanganan Deklarasi Bersama Tokoh Masyarakat Kalimantan Timur tampak Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishaq menandatangi komitmen di Kartanegara Room Hotel Bumi Senyiur Samarinda, Jumat (2/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menyuskeskan pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu), baik itu Pemilihan Bupati/Walikota, Pemilihan Gubernur, Pemilihan Presiden serta Pemilihan Legislatif (Pileg) yang akan diselenggarakan di Indonesia, termasuk di Provinsi Kaltim.

Gubernur dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim Yudha Pranoto dalam pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Asli Kalimantan (DPW Gepak) Kaltim yang digelar di Ruang Melati Hotel Mesra, Jalan Pahlawan, Sabtu (12/5/2018) mengatakan, keberhasilan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tidak hanya diukur dari sisi keamanan dan kelancaran serta penerapan Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil (Bebas Jurdil) saja.

Selain hal-hal tersebut, kualitas pelaksanaan Pilkada juga dilihat dari tingkat partisipasi masyarakat. 
Sesuai target nasional, tingkat partisipasi di Pilkada serentak tahun 2018 ini, termasuk di Pilgub Kaltim adalah 77,5 persen.

"Artinya, Kaltim harus mampu mencapai target tersebut. Ini memang cukup berat," ujarnya.

Baca juga:

VIDEO - Persiapkan Diri Jelang Ramadhan, Simak Tuntunan Berwudhu Sesuai Sunnah

Tak Hanya Manis dan Lezat, Ternyata Kurma Juga Bisa Membantu Proses Diet; Ini Manfaat Kerennya . . .

Tertangkap Basah Isap Vape di Dalam Pesawat, Fandy Christian Akui Perbuatannya Sangat Konyol

De Gea Dapat Sarung Tangan Emas, Ternyata Ada 4 Kiper yang Catatan Penyelamatannya Lebih Banyak

Beratnya memenuhi target nasional ini menurutnya bukan tanpa alasan. Berkaca pada Pileg terakhir di tahun 2014 (masih bergabung dengan Kaltara), dari 2,9 juta pemilih, yang menggunakan hak pilih hanya 69 persen atau sekitar 2,1 juta pemilih saja. 

"Yang golput (golongan putih) atau tidak memilih sebesar 31 persen atau 928 ribu orang," paparnya.

Kemudian pada Pilkada 2015 yang digelar 9 Kabupaten/Kota dari 10 Kabupaten/Kota yang ada di Kaltim, tingkat partisipasi terus menurun menjadi 59 persen, dengan golput 41 persen. 

"Jadi beda tipis ya. Yang memilih 59 persen yang golput 41 persen. Ini harus kita waspadai. Di mana jumlah warga yang memilih mengalami penurunan, yang golput malah naik," ujarnya.

Keberhasilan Pilkada, kata Gubernur, bukan hanya tanggung jawab penyelenggara Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), aparat keamanan dan Pemerintah. 

Untuk mewujudkan target nasional, yakni tingkat partisipasi 77,5 persen tersebut, mutlak dibutuhkan kerja sama semua pihak, termasuk organisasi masyarakat (ormas). Terutama untuk memastikan Pemilu berjalan Luber dan Jurdil.

"Itu tanggungjawab kita bersama, dengan bersama-sama datang ke tempat pemungutan suara," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved