Sejarah Munculnya Bom Mobil dalam Aksi Teror, Dulu Awalnya Pakai Gerobak Kuda

Serangkaian aksi pengeboman di sejumlah gereja terjadi di Surabaya pada Minggu (14/5/2018). Salah satunya menggunakan mobil.

Sejarah Munculnya Bom Mobil dalam Aksi Teror, Dulu Awalnya Pakai Gerobak Kuda
Defne Karadeniz via Getty Images. huffingtonpost.co.uk
Kendaraan ini menjadi korban keganasan bom mobil yang terjadi Ankara, Ibukota Turki, Minggu (13/3), menyebabkan 34 orang tewas dan 125 lainnya menderita luka berata dan ringan. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Serangkaian aksi pengeboman di sejumlah gereja terjadi di Surabaya pada Minggu (14/5/2018). Salah satunya menggunakan mobil.

Penggunaan mobil untuk aksi teror pengeboman di Indonesia bukan kali ini saja terjadi. Aksi serupa pernah dilakukan, d iantaranya saat Bom Bali I pada 2002 dan Kedubes Australia, 2004.

Mobil banyak digunakan untuk aksi pengeboman karena dapat membawa bahan peledak dalam jumlah besar ke lokasi sasaran. Tak diketahui pasti kapan awal mula cara ini digunakan.

Baca: UPDATE - Korban Bom di 3 Gereja Surabaya: 39 Terluka, 14 Orang Tewas, Ada Anak Berumur 8 Tahun

Dalam salah satu artikel berjudul A History of Car Bomb yang dimuat di Asia Times, disebutkan bahwa pada September 1920, seorang imigram Italia bernama Mario Buda memarkir gerobak kudanya tak jauh dari kantor perusaahaan JP Morgan di New York.

Setelah itu, ia meninggalkan gerobak kudanya dan menghilang. Seorang petugas pos yang tak jauh dari lokasi menemukan sebuah selebaran bertuliskan "bebaskan para tahanan politik atau kalian semua akan mati".

Beberapa bulan sebelumnya, rekan-rekan Mario diketahui ditangkap. Tak lama kemudian, gerobak kuda yang ternyata membawa dinamit itu meledak.

Pada Januari 1947, kelompok pro fasis dari Israel, Stern Gang membawa satu truk bahan peledak ke kantor polisi Inggris di Haifa, Palestina. Truk kemudian meledak dan menewaskan empat orang dan melukai 140 lainnya, tak cuma polisi Inggris, tapi juga warga Palestina.

Baca: Detik-detik Bom Meledak di Mapolrestabes Surabaya Terekam Kamera, Ada Wanita Jadi Pelaku

Setelah itu, bom mobil mulai digunakan secara sporadis di berbagai belahan dunia. Salah satunya bom truk bunuh diri yang menghancurkan kedutaan AS dan barak Korps Marinir di Beirut, Lebanon pada tahun 1983.

Beberapa tahun terakhir, bom mobil juga tercatat cukup sering terjadi di negara-negara yang masih didera konflik, dari mulai Irak ataupun Afghanistan.

Bom mobil dapat diaktifkan dengan berbagai cara, dari mulai saat pintu dibuka, mesin dihidupkan, pedal gas atau rem diinjak, menyalakan sekering atau melalui perangkat pengatur waktu.

Penggunaan bom mobil terdiri atas dua kategori, yang pertama bertujuan mengincar orang yang ada di dalam kendaraan. Cara ini biasanya dilakukan dalam peristiwa pembunuhan.

Baca: Tri Rismaharini Menangis Pilu saat Kunjungi Lokasi Ledakan Bom di Surabaya

Sedangkan yang kedua, mengincar orang-orang atau merusak bangunan yang ada di sekitar mobil. Untuk yang kedua ini, pelaku bisa pergi meninggalkan mobil ataupun mati meledakan diri bersama dengan mobilnya itu. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sejarah Munculnya Bom Mobil dalam Aksi Teror", https://otomotif.kompas.com/read/2018/05/14/104523615/sejarah-munculnya-bom-mobil-dalam- aksi-teror.

Editor: Sumarsono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved