Teror Bom Surabaya

Aksi Teror di Surabaya Gunakan 'The Mother of Satan', Ini Kengerian Jenis Bom Tersebut

Bom jenis ini menggunakan bahan baku TATP yang akrab digunakan jaringan ISIS dan Irak.

Aksi Teror di Surabaya Gunakan 'The Mother of Satan', Ini Kengerian Jenis Bom Tersebut
surya/sugiharto
Polisi melakukan olah TKP di depan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Diponegoro pasca meledak, Minggu (13/5/2018) pagi. 

TRIBUNKALTIM.CO - Teror bom di Jawa Timur yang terjadi secara beruntun diduga kuat berasal dari satu jaringan yang sama.

Pasalnya, bom yang digunakan oleh pelaku memiliki kemiripan.

Dilansir dari TribunJatim, Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian, dari beberapa lokasi kejadian di tiga gereja dan Rusun Wonocolo, pelaku menggunakan bom pipa.

Baca: Penentuan Puasa 1 Ramadan - Hari Ini, Kemenag Pantau Hilal di 95 Titik, Muhammadiyah: 17 Mei

Baca: Ki Enthus Susmono Meninggal Dunia - Berikut 5 Fakta Bupati Sekalisi Dalang Kondang yang Inovatif

Bom jenis ini menggunakan bahan baku TATP yang akrab digunakan jaringan ISIS dan Irak.

"Kelompok jaringan JAD Surabaya membuat bom dengan jenis bom pipa dengan bahan TATP. Bom ini dijuluki 'The Mother Of Satan'," kata Jenderal Polisi Tito Karnavian, Senin (14/5/2018).

Bom berjenis ini juga cenderung sensitif dengan getaran sebagai daya ledaknya.

Imbasnya, terjadi ledakan di Rusun Wonocolo yang memakan korban pelaku sendiri.

"Bom ini cukup sensitif, ada goncangan bisa meledak seperti yang terjadi di Rusun Wonocolo, yang bisa kita bilang senjata makan tuan," ujar Tito.

Baca: Kapolri Sebut Teror Bom Surabaya Didalangi JAD, Ini Data Kelompok Pendukung ISIS Tersebut

Baca: Ada Kampung Arab di Jalan Sudirman Nuansa Ramadan Makin Terasa

Apa itu Mother of Satan?

Mother of Satan adalah sebutan dari peroksida aseton yang berbahan baku triacetone triperoxide (TATP).

Halaman
1234
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved