Pertamina dan Pemkab Berau Gelar Operasi Pasar Elpiji Melon, Kalangan Mampu Ikut Antre

Pemerintah telah menyiapkan 3 ribu tabung lepiji melon dengan harga jual pangkalan yakni Rp 22.500.

Pertamina dan Pemkab Berau Gelar Operasi Pasar Elpiji Melon, Kalangan Mampu Ikut Antre
Tribun Kaltim/Geafry Necolsen
Operasi Pasar yang digelar di salah satu titik di Kabupaten Berau. Dari 3 ribu tabung elpiji yang disiapkan, hanya sekitar seribu tabung yang terjual. 

TRIBUNKALTIM.CO – Menjelang bulan puasa, kelangkaan elpiji 3 kilogram, atau biasa disebut elpiji melon menglami kelangkaan. Masyarakat pengguna elpiji melon pun mengeluh, karena sulitnya mendapat elpiji.

Untuk mengatasi persoalan ini, Pemkab Berau bekerjasama dengan PT Pertamina menggelar operasi pasar. Penjualan elpiji melon yang dipatok dengan harga Rp 22.500 ini, digelar diberbagai titik pusat keramaian masyarakat hingga hari ini, Selasa (15/5/2018).

Baca: Kecam Aksi Teror Bom di Surabaya, KAMMI Kaltimtara Nyatakan Sikap

Sayangnya, operasi pasar ini juga dimanfaatkan oleh oknum masyarakat dari kalangan mampu, untuk ikut membeli elpiji bersubsidi. Seperti pantauan Tribunkaltim.co di Jalan Bujangga. Dua orang pemuda mengendarai mobil Daihatsu Terios berwarna putih, menenteng empat tabung lepiji melon.

Melihat itu, petugas yang menggelar operasi pasar langsung menolaknya. Namun mereka tak kehabisan akal, mengaku mobil mereka yang miliki mobil pinjaman, mereka tetap berupaya mendapatkan elpiji melon.

Petugas pun tak kehabisan akal. “Satu orang hanya mendapat jatah satu,” kata petugas tadi. Alhasil, dari empat tabung kosong yang mereka bawa, hanya dua tabung yang terisi untuk dibawa ke rumah.

Pemerintah telah menyiapkan 3 ribu tabung lepiji melon dengan harga jual pangkalan yakni Rp 22.500. Kepala Bagian Perekonomia Setkab Berau, Rabiatul Islamiyah menegaskan, elpiji bersubsidi ini dikhususnya kepada keluarga yang kurang mampu, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berpenghasilan dibawah Rp 1,5 juta, korban Putus Hubungan Kerja (PHK) dan warga transmigrasi yang kurang mampu.

Baca: Panggil Roh Leluhur, Lancarkan Pengesahan RUU Masyarakat Adat

“Dalam operasi pasar ini, setiap masyarakat yang membeli juga harus membawa identitas diri seperti kartu keluarga, memiliki kartu Berau Sejahtera (KBS) sebagai bukti mereka warga tidak mampu. “Jadi target membantu yang kurang mampu,” tegasnya.

Melalui operasi pasar ini, pihaknya juga ingin menekankan kesadaran masyarakat yang berhak atau tidak berhak dalam menggunakan elpiji melom. “Seperti pelaku UMKM yang berpenghasilan dibawah Rp 1,5 juta, itu (penghasilan) sulit untuk diukur secara pasti apakah benar atau tidak. Sehingga kesadaran dari masyarakat sangat penting. Agar penyaluran elpiji 3 kilogram benar-benar tepat sasara,” katanya lagi.

Dari 3 ribu tabung elpiji melon yang disiapkan dalam operasi pasar, baru sekitar seribu lebih tabung yang telah terjual. Kelebihan tabung ini akan dikembalikan ke pangkalan untuk selanjutnya dipasarkan kembali sesuai harga pangkalan.

Baca: Bawa Badik Saat Ribut dengan Warga Pria Ini Diamankan Kepolisian Samarinda

“Tapi jika nanti terjadi kelangkaan elpiji kita akan kembali menggelar operasi pasar. Di bulan ramadan nanti dmungkin kita akan kembali menggelar operasi pasar, untuk keluarga kurang mampu. Termasuk bagi masyarakat penjual jajanan berbuka puasa yang merupakan usaha rumahan skala kecil.

Untuk mengatasi kelangkaan elpiji, Pemkab Berau juga telah mengajukan penambahan kuota elpiji melon. “Saat ini di suplai elpiji ke Kabupaten Berau berkisar 1,9 juta dan telah diusulkan penambahan menjadi 2,5 juta tabung per tahun,” tandasnya.

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved