Teror Bom Surabaya

Menyedihkan, Begini Sekarang Nasib Kepala SMP yang Bilang Bom Surabaya Rekayasa

Ini pelajaran berharga kesekian kalinya agar tak main-main di media sosial. Apalagi sudah provokatif dan menebar kebencian.

Menyedihkan, Begini Sekarang Nasib Kepala SMP yang Bilang Bom Surabaya Rekayasa
Kolase TribunStyle

TRIBUNKALTIM.CO - Ini pelajaran berharga kesekian kalinya agar tak main-main di media sosial.

Apalagi sudah provokatif dan menebar kebencian.

Ini contoh terbaru! 

FSA (37) seorang pegawai negeri sipil ( PNS) yang menjabat sebagai kepala sekolah sebuah SMP di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat terancam diberhentikan dari jabatannya.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kayong Utara, Romi Wijaya yang akan menyikapi kasus tersebut dengan menerbitkan surat pemberhentian sementara terhadap FSA.

Baca: Tak Ada yang Istimewa dari Foto Wisuda yang Diunggah Wanita Ini, Kalimat Berikutnya Bikin Jadi Viral

Meski demikian, surat pemberhentian tersebut akan dikeluarkan setelah pihaknya menerima surat penahanan dari kepolisian.

"Akan diberhentikan sementara karena statusnya baru tersangka, bukan terpidana," kata Romi, Kamis (17/5/2018).

FSA ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Kalbar setelah diperiksa selama beberapa jam pada Rabu (16/5/2018).

Usai ditetapkan sebagai tersangka, Polda Kalbar kemudian langsung melakukan penahanan terhadap tersangka.

Romi menambahkan, apabila sudah ada putusan bersalah dari hakim di pengadilan, maka pihaknya akan memberhentikan FSA secara definitif.

Baca: Dimulai 20 Mei 2018 Pukul 09.00, Ini Jadwal Lengkap Piala Thomas dan Uber Cup 2018

Sambil menunggu berjalannya proses hukum yang dihadapi FSA, saat ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kayong Utara menunjuk Pelaksana Harian Kepala Sekolah untuk menggantikan tugas FSA.

Dalam akun Facebook miliknya, FSA menyebutkan jika peristiwa teror bom yang terjadi di tiga gereja di Surabaya itu sebagai rekayasa.

Halaman
1234
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved