Warga Tolak Pemakaman Pelaku Bom Gereja, Risma Tak Berani Ambil Keputusan! Ini yang Dilakukannya

Warga di sekitar makam Putat Gedhe di Kecamatan Sawahan, Surabaya, memberhentikan proses penggalian sejumlah lubang makam kemarin sore.

Warga Tolak Pemakaman Pelaku Bom Gereja, Risma Tak Berani Ambil Keputusan! Ini yang Dilakukannya
KOMPAS IMAGES
Tri Rismaharini 

TRIBUNKALTIM.CO, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) soal penolakan warga terhadap rencana pemakaman jenazah pelaku bom bunuh diri di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Putat Gedhe, Surabaya.

"Saya sudah berkirim surat kepada MUI untuk minta fatwa, agar menjelaskannya lebih mudah kepada warga, kita tunggu saja apa nanti fatwanya," kata Risma di Convention Hall Surabaya, Jumat (18/5/2018).

Risma mengaku tidak berani mengambil keputusan soal peristiwa itu, maka menurut dia, meminta fatwa dari MUI adalah jalan terbaik.

Baca: Sambut Ramadan, Matahari e-Walk Ekspansi, Ada Diskon Sampai 70%!

"Semoga bisa mengurangi potensi gesekan dengan warga karena ini sulit bagi saya," ucap Risma.

Seperti diberitakan, warga di sekitar makam Putat Gedhe di Kecamatan Sawahan, Surabaya, memberhentikan proses penggalian sejumlah lubang makam kemarin sore.

Mereka menduga kuat lubang itu untuk makam para pelaku bom bunuh diri gereja di Surabaya.

Komplek pemakaman umum Putat Gedhe berlokasi di Kelurahan Putat Gedhe, Kecamatan Sawahan Surabaya.

Baca: Marah, Warga Tolak Jenazah 7 Terduga Teroris di Surabaya

Lokasi tersebut kerap digunakan untuk memakamkan jenazah yang tidak beridentitas.

Puluhan korban kapal tenggelam yang ditumpangi imigran gelap asal Timur Tengah pernah dimakamkan di komplek makam tersebut pada 2012 lalu. (Kompas.com/Achmad Faizal)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Warga Tolak Pemakaman Pelaku Bom Gereja, Risma Minta Fatwa MUI"

Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved