Dituntut Hukuman Mati, Ini 6 Fakta Pimpinan ISIS Indonesia Aman Abdurrahman yang Bikin Ngeri

Saksi-saksi tersebut merupakan terpidana kasus terorisme seperti pelemparan bom molotov di Gereja Oikumene Samarinda dll

Dituntut Hukuman Mati, Ini 6 Fakta Pimpinan ISIS Indonesia Aman Abdurrahman yang Bikin Ngeri
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa kasus dugaan teror bom Thamrin, Aman Abdurrahman alias Oman Rochman dikawal petugas kepolisian usai menjalani sidang dengan agenda pembacaan tuntutan di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Jumat (18/5/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Hari ini, terdakwa kasus terorisme Aman Abdurrahman dituntut hukuman mati oleh jaksa penuntut umum (JPU), Jumat (18/5/2018).

Dilansir dari Kompas.com, hal tersebut diketahui dari sidang pembacaan tuntutan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Menuntut supaya majelis hakim menjatuhkan pidana kepada terdakwa Oman Rochman alias Aman Abdurrahman alias Abu Sulaiman dengan pidana mati," ungkap jaksa Anita Dewayani membacakan.

Berikut tim Tribunnews.com himpun fakta-fakta terkait Aman Abdurrahman, terdakwa bom Thamrin ini.

Simak selengkapnya di sini!

Baca: Karena Hal Ini, Stefano Lilipaly Terlibat Adu Mulut dengan Rekan Satu Timnya, Lihat Videonya

Baca: Tiga Kali Mimpi Mengubur Sesuatu, Paijo Bahagia, Istrinya Melahirkan Bayi Kembar 4

Baca: Wanita Cantik Ini Pernah Habisi 100 Orang Pengikut ISIS, Paling Dicari Oleh ISIS, Hadiahnya Rp 13 M

1. Pelanggaran yang dilanggar

Melansir dari Kompas.com, jaksa telah menilai perbuatan Aman telah melanggar dakwaan kesatu primer dan dakwaan kedua primer.

Yaitu, dakwaan kesatu primer adalah Aman dinilai melanggar Pasal 14 juncto Pasal 6 Perppu Nomor 1 Tahun 2002, yang ditetapkan menjadi UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme sebagaimana dakwaan kesatu primer.

Untuk dakwaan kedua primer, Aman dinilai melanggar Pasal 14 juncto Pasal 7 Perppu Nomor 1 Tahun 2002 yang ditetapkan menjadi UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Jaksa mengatakan bahwa Aman sudah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana merencanakan dan/atau menggerakkan orang lain melakukan tindak pidana terorisme.

Halaman
1234
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved