Teror Bom Surabaya

Ngeri, Doktrin Jihad terhadap Anak-anak: Ada Polisi, Kok Nggak Abi Tembak Saja?

Rupanya ada alasan tersendiri kenapa para terduga teroris di Surabaya melakukan aksi bom bunuh diri dengan mangajak anak dan istrinya.

Ngeri, Doktrin Jihad terhadap Anak-anak: Ada Polisi, Kok Nggak Abi Tembak Saja?
Kolase
Keluarga Dita Supriyanto, pelaku bom 3 gereja Surabaya. 

TRIBUNKALTIM.CO -- Rupanya ada alasan tersendiri kenapa para terduga teroris di Surabaya melakukan aksi bom bunuh diri dengan mangajak anak dan istrinya.

Selain karena iming-iming ingin bersama-sama saat di surga nanti, mereka juga juga rupanya mempunyai pesan yang ingin disampaikan pada para pria yang merupakan anggota kelompoknya.

Hal itu disampaikan oleh mantan teroris Al Qaeda, Sofyan Tsauri yang juga seorang mantan anggota Brimob Polri di acara Pagi Pagi Pasti Happy yang ditayangkan pada Jumat (18/5/2018).

Dalam perbincangannya dengan Uya Kuya dan beberapa host lainnya itu, ia menjelaskan kalau keikutsertaan anak dan istri ini punya pesan penting.

Yakni memperlihatkan pada para pria untuk tidak segan melakukan amaliyah.

Baca: Pernah Menikah di Usia Muda, Inilah Sosok Mantan Suami Meghan Markle yang Kini Jadi Sorotan

"Dengan melibatkan wanita dan anak-anak ada sebuah pesan yang ingin disampaikan oleh kelompok ini. Wahai para kesatria, kalau kami telah mengorbankan anak-anak dan wanita, mana kalian laki-lakinya?," jelasnya.

Jadi menurut dia, ini memunculkan sugesti kepada laki-laki untuk mau seperti wanita dan anak-anak.

"Malu lah kalian, kami sudah menyumbangkan wanita dan anak-anak kami, itu yang selalu ada di benak kelompok mereka," tambahnya.

Sofyan juga menjelaskan bahwa ada kemungkinan kalau anak-anak itu bisa saja tidak sadar, namun didoktrin oleh orang tuanya.

Ia kemudian memberi contoh doktrin yang bisa dilakukan orang tua pada anaknya.

Halaman
12
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved