Ketua DPRD Balikpapan Sebut Sekwan Jangan Sekadar Diganti tapi Juga Diberi Sanksi

Surat permohonan pengunduran diri sudah menyurati ke saya. Lalu saya sampaikan lagi ke Walikota. Sekarang secara yuridis memang belum

Ketua DPRD Balikpapan Sebut Sekwan Jangan Sekadar Diganti tapi Juga Diberi Sanksi
tribunkaltim.co
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan Abdulloh 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co Budi Susilo

TRIBUNKALTIM.CO BALIKPAPAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan mengusulkan kepada pemerintah kota untuk memberi sanksi kepada Purnomo Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Balikpapan, yang sempat melakukan permohonan pengunduran diri dari jabatan.

Hal ini ditegaskan Ketua DPRD Balikpapan, Abdulloh kepada Tribunkaltim.co di gedung DPRD Balikpapan pada Rabu (30/5/2018) siang, usai memimpin rapat paripurna dalam rangka penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban.

Ia menjelaskan, surat permohonan pengunduran diri Sekwan DPRD beberapa hari yang lalu sudah diterimanya lalu dari dewan ditembuskan lagi ke pemerintah kota Balikpapan.

Baca: Gedung Starvision Terbakar, 15 unit Mobil Pemadam Dikerahkan

“Surat permohonan pengunduran diri sudah menyurati ke saya. Lalu saya sampaikan lagi ke Walikota. Sekarang secara yuridis memang belum, karena masih proses,” ungkapnya.

Saat menerima surat permohonan pengunduran diri dari Sekwan, Abdulloh ungkapkan, yang bersangkutan merasa tidak mampu menjalankan tugasnya secara baik dan benar. Kapasitasnya sebagai Sekwan tidak berjalan baik, peran dan fungsinya dianggap mandul.  

“Tidak benar kalau dia mundur ada intevensi soal bahas anggaran. Kalau katanya, kalau masih rumor, jangan dipercaya. Dia memang sudah tidak mampu laksanakan tugas,” tegasnya.

Baca: Siap-Siap Hadapi Lonjakan Pengunjung, Citra Niaga dan Pelabuhan Penumpang Mulai Dibenahi

Sampai sekarang, proses permohonan pengunduran diri masih ditindaklanjuti oleh Plt Walikota. “Aku juga kaget tadi dia (Sekwan) kenapa masih disini (rapat paripurna),” katanya.

DPRD Balikpapan berpandangan, sekalipun nanti permohonannya disetujui oleh Pemkot maka diharapakan, penentuan Sekwan semestinya harus dicari orang yang lebih bagus darinya. Pilih kandidat yang mampu bekerja.

Kalau permohonan pengunduran diri tidak dikabulkan, Abdullah menyatakan yang bersangkutan tidak memiliki konsistensi.

Bila di awal berniat mundur sudah seharusnya benar-benar mundur, tak perlu lagi bertugas sebagai Sekwan DPRD Balikpapan. Ada baiknya, pemkot memilih kandidat baru yang lebih bagus.

Baca: Mendadak Tenar, Ini Deretan Foto Cantik Nissa Sabyan Gambus

DPRD memiliki hak preogratif, punya hak tolak. Kami sebagai user (penggunanya). Terserah saja nanti pemkot yang mau pilih, yang penting carilah yang bagus dari dia,” kata Abdulloh.

Adanya pengunduran diri Purnomo sebagai Sekwan DPRD, Abdullah ungkapkan, mengalami kejadian ketidakberesan proses administasi di sekretariat dewan. Proses birokrasi di sekretariat dewan jadi terhambat, terkendala oleh ketidakhadiran tanda tangan dari sekwan.

“Dengan adanya hal ini tentu mengacaukan semua pekerjaan adminstrasi di dewan. Jangan hanya diganti saja, kalau bisa beri dia (sekwan) juga sekalian sanksi,” tegas politisi lulusan Lemhanas RI, Jakarta, tahun 2010 ini.

Penulis: Budi Susilo
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved