Pilgub Kaltim 2018

Untuk Seluruh Rakyat Kaltim, Calon Gubernur Rusmadi Kirim Surat Terbuka, Begini Isinya

Langkah tersebut adalah ungkapan terima kasih kepada daerah yang telah membesarkan saya beserta keluarga.

Untuk Seluruh Rakyat Kaltim, Calon Gubernur Rusmadi Kirim Surat Terbuka, Begini Isinya
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim nomor urut 4, Rusmadi-Safaruddin, saat meresmikan posko relawan di Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara, Sabtu (7/4/2018). 

Masyarakat Kalimantan Timur yang saya muliakan.

Saya tidak terlalu paham politik. Namun, saya memiliki rasa tanggung jawab. Sebagai putra daerah yang lahir dan besar di Kalimantan Timur, saya sangat mencintai daerah ini.

Itulah sebabnya, saya terpanggil untuk maju dalam kontestasi Pemilihan Gubernur 2018. Langkah tersebut adalah ungkapan terima kasih kepada daerah yang telah membesarkan saya beserta keluarga.

Rasa yang sangat dalam inilah yang mendorong saya mengabdikan diri. Sebuah pengabdian untuk membawa Kalimantan Timur menjadi lebih baik dan, tentu saja, lebih sejahtera.

Namun ternyata, fakta di lapangan yang saya temui merisaukan. Kontestasi Pilgub dijadikan taruhan untuk memperebutkan kekuasaan.

Baca: Goyang Bareng Andika Eks Kangen Band, Netizen Minta Via Vallen Hati-hati: Ada Babang Tamvan. . .

Baca: PPDB Online, Ini 3 Syarat Pelajar agar Bisa Masuk SMA

Baca: Melewatkan New York, Demi Kunjungi Cikal Bakal Pesantren Pertama di Amerika Serikat

Bagi sebagian orang, kekuasaan ternyata adalah segalanya. Mereka mampu berbuat curang dengan menjatuhkan orang lain. Mereka bahkan menggadaikan harga diri dan martabat dengan membeli suara rakyat.

Bagaimana mungkin suatu daerah bisa maju dan sejahtera kalau masih ada praktik demikian? Masih ada pihak yang memakai segala cara untuk memperebutkan kekuasaan? Pastilah ada harga yang harus mereka bayar dalam usaha memperebutkan kekuasaan itu.

Harga itulah yang mengakibatkan Kalimantan Timur, daerah yang seharusnya bisa maju dengan pesat karena kekayaan alamnya, justru tersandera.

Pilgub bukan tentang perebutan kekuasaan. Ia adalah pengabdian. Karena itu, mari kita semua berdoa dan berusaha agar Pilgub kali ini jauh dari praktik kecurangan. Apalagi politik uang.

Semoga Pilgub kali ini mampu melahirkan pemimpin yang amanah, berintegritas, serta bersih dan jauh dari persoalan hukum dan korupsi.

Baca: Ibu Hamil yang Jarang Tidur Siang, Berisiko Lahirkan Bayi Berbobot Kurang dari 2,5 Kg!

Baca: Dituntut 20 Tahun Penjara, Hari Ini Hakim Jatuhkan Vonis untuk Tiga Bos First Travel

Baca: Fitur Baru WhatsApp, Kini Video Call Bisa Berempat Sekaligus, Ini Caranya

Halaman
12
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved