Izin Operasional PT ATM Ditolak Kemenag Balikpapan, Ini Alasannya

Alasannya karena mekanisme PT ATM tidak sesuai memenuhi syarat standar dari Kementerian Agama.

Izin Operasional PT ATM Ditolak Kemenag Balikpapan, Ini Alasannya
TRIBUN KALTIM/SITI ZUBAIDAH
Shaleh, Kasi Perjalanan Haji dan Umrah Kemenag Balikpapan 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Siti Zubaidah

 TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Tidak memiliki finansial (keuangan) yang memadai, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Balikpapan menolak surat permohonan izin operasional PT Arafah Tamasya Mandiri (ATM) untuk menyelenggarakan ibadah haji dan umrah di Kota Balikpapan, Kamis (31/5/2018).

Alasannya karena mekanisme PT ATM tidak sesuai memenuhi syarat standar dari Kementerian Agama.

Oleh sebab itu, surat izin operasional dari PT ATM tidak dapat diproses. 

"Barusan kami terima surat dari Dirjen penyelenggara haji dan umrah di Jakarta, tentang jawaban permohonan izin operasional sebagai penyelenggara ibadah Umrah PT ATM, berdasarkan surat yang diajukan bahwa permohonan izin ditolak," kata Shaleh, Kasi Perjalanan Haji dan Umrah Kemenag Balikpapan.

Baca: Balikpapan Hujan Deras, saat Sahur Warga Sumber Rejo Kebanjiran

Artinya izin yang diajukan oleh PT ATM sudah diterima, tetapi setelah diverifikasi oleh tim, dianggap tidak memenuhi syarat. Sehingga salah satu permohonan tidak disetujui.

Salah satu izin yang tidak memenuhi syarat yakni, PT ATM tidak memiliki kemampuan teknis untuk menyelenggarakan perjalanan ibadah umrah.

Berdasarkan laporan dari tim, kurangnya sumber daya manusia, manajemen, serta sarana dan prasarana, dan tidak memiliki kemampuan finansial (keuangan) untuk menyelenggarakan perjalanan ibadah umrah.

"Semua laporan itu berdasarkan tim verifikasi yang turun ke lapangan, dan ditemukan laporan ada 1.316 jemaah yang sudah mendaftar, dan sudah melunasi tapi tidak bisa diberangkatkan sampai sekarang," kata Shaleh.

Baca: Merasa Terjebak dalam Karir yang Salah? Ketimbang Depresi Segera Cari Pekerjaan Lain!

Sebelumnya per tanggal 16 Maret 2018 lalu Pimpinan PT ATM telah mengajukan izin perihal permohonan sebagai penyelenggara ibadah umrah kepada Kemenag Balikpapan.

Namun, per tanggal 23 Mei 2018 surat permohonan izin dijawab oleh Kemenag Balikpapan dengan berbagai pertimbangan izin yang diajukan tidak dapat diproses. (*)

Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved