Banjir di Balikpapan

Kunci Penanganan Banjir Balikpapan Bukan Sebatas Drainase dan Sungai

Ia menjelaskan, penanganan banjir di tingkat hilir memang bisa dikatakan penting.

Kunci Penanganan Banjir Balikpapan Bukan Sebatas Drainase dan Sungai
TRIBUN KALTIM/BUDI SUSILO
Lahan bervegetasi hijau di kawasan Sepinggan Kota Balikpapan dibuka untuk pembangunan perumahan sederhana kelas menengah ke atas. Foto diambil pada Selasa (15/5/2018) siang. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co Budi Susilo

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Pangkal persoalan banjir bukan sebatas dari persoalan di drainase atau kapasitas muatan sungai, namun juga harus melihat dari sisi penyebab kebijakan dari pemerintah kota soal keberpihakan pembangunan yang berwawasan lingkungan hidup.

Hal itu ditegaskan oleh Hery Sunaryo, Koordinator Sentra Program Pemberdayaan dan Kemitraan Lingkungan Hidup (Stabil) Balikpapan, saat diwawancarai Tribunkaltim melalui sambungan telepon selulernya pada Kamis (31/5/2018) pagi.

Ia menjelaskan, penanganan banjir di tingkat hilir memang bisa dikatakan penting.

Membersihkan dan merevitalisasi drainase serta memperlebar sungai hal yang berguna juga bagi mengatasi persoalan banjir di Balikpapan.

Baca: Balikpapan Hujan Deras, saat Sahur Warga Sumber Rejo Kebanjiran

“Ya pemerintah sudah bergerak, sempat ada beberapa drainase yang dibersihkan, lumpur diangkat, sedimentasi dibersihkan dari dasar drainase, tapi ini belum cukup,” tegas Hery.

Sebaiknya, kata dia, perlu juga diimbangi dengan penangan persoalan di tingkat hulu. Kebijakan pemerintah terhadap pembangunan berwawasan lingkungan hidup tidak ada ketegasan dan kejelasan.

Sebagai contoh, tambah Hery, marak perusahaan properti bebas membangun perumahan di lahan-lahan yang awalnya adalah vegetasi hijau.

Banyak perusahaan properti yang melakukan kegiatan usaha di tempat lahan baru yang awalnya adalah lahan penyerapan air hujan.

Baca: Mulai 9 Juni, Pemerintah Israel Larang Turis Indonesia Masuk ke Yerusalem

“Izin usahanya ada, tapi dalam pelaksanaannya tidak sesuai dengan analisis dampak lingkungan. Lahan dipakai semua untuk bangunan beton, sisa serapan air dan vegetasi hijau sama sekali tidak ada,” katanya.

Halaman
1234
Penulis: Budi Susilo
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved