Kapolda Kaltim: Jangan Ragu Ekspose Pengungkapan ke Media, Ini Alasannya. . .

Priyo meminta jajarannya mulai dari Polda, Polres hingga Polsek jangan ragu mengekspose seluruh keberhasilan polisi di media.

TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Priyo meminta jajarannya mulai dari Polda, Polres hingga Polsek jangan ragu mengekspose seluruh keberhasilan polisi di media. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Salah satu penegasan Kapolri dalam program Promoter yakni manajemen media.

Hal itu ditegaskan kembali Kapolda Kaltim, Irjen Pol Priyo Widyanto dalam beberapa lawatan kunjungan kerjanya.

"Pengelolaan media jadi 1 dari 3 unsur penting program promoter Kapolri. Terutama untuk menumbuhkan trust (kepercayaan) publik," ujarnya.

Priyo meminta jajarannya mulai dari Polda, Polres hingga Polsek jangan ragu mengekspose seluruh keberhasilan polisi di media.

Baca: Mobil Tangki BBM Nyungsep di Jembatan, Ini yang Dilakukan Dinas PU

Apa yang dibaca oleh masyarakat baik di media cetak, media online maupun media sosial erat kaitannya dengan citra Polri itu sendiri.

"Para Kapolres, Kasat, Kapolsek, ekspose semua pengungkapan. Itu prestasi dan positif. Seperti berhasil nangkap bandar narkoba, amankan pelaku curanmor, membubarkan balap liar. Itu yang harus dibaca publik di media," ungkapnya.

Selain itu, upaya pendekatan sosial dengan masyarakat pada fungsi preemtiv dan preventif juga mesti diungkap ke media. Termasuk inovasi yang berkaitan dengan peningkatan pelayanan publik.

"Tolong ini (keberhasilan) disampaikan ke media. Catatannya, masyarakat baca di media baik, tapi juga imbang dengan baik yang dialami masyarakat pula," tekannya.

Baca: Tindak Tegas Organisasi Anti-Pancasila, Kapolda: Kodrat Bangsa Ini Keberagaman

Program Promoter (profesional, modern dan terpercaya) Kapolri, bagaimana dalam pengabdiannya polisi dituntut mahir, kemudian senantiasa memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan pelayanan masyarakat.

"Prinsipnya memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat. Ada panic buton sudah benar, ada kejadian, polisi langsung mengetahui," katanya.

Saat ini tak ada institusi atau lembaga yang seenaknya bisa mengklaim kinerjanya baik. Ada lembaga pengawasan internal maupun eksternal. Untuk Polri ada inspektorat dan Propam, sementara lembaga eksternal ada Kompolnas, ombudsman, Komnas HAM, dan LSM yang mengawasi pelayanan publik.

"Kerja-kerja yang kita lakukan ini dipantau dan dinilai ombudsman setiap tahun, dan diumunkan, mana Polres yang nilainya tinggi atau rendah," bebernya.

Ia menegaskan jangan ada lagi polisi berharap imbalan kepada masyarakat.

Pasalnya penilaian lembaga pengawas pelayanan publik dilakukan secara diam-diam.

"Pelayanan polri tak ada biaya, pampang yang besar itu di SPKT. Dari Polda, Polres, Polsek sampai di tingkat bawah," ucapnya.

Perbaikan kultur yang jauh dari perilaku koruptif, arogansi kekuasan dan eksesif, turut diminta Kapolda Kaltim. Selain itu pengelolaan media jadi amat penting dalam meletakkan persepsi positif Polri di mata masyarakat.

"Semua keberhasilan ungkap ke media. Tunjukkan hasil pengungkapan dan inovasi pelayanan yang dibuat," imbaunya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved