Opini

Quo Vadis Unmul? Respons atas Tanggapan Wakil Rektor IV Dr Bohari Yusuf

Kita merindukan Rektor yang memiliki pemikiran subjektif visioner dan kemampuan melembagakan dan berbagi visinya

Quo Vadis Unmul? Respons atas Tanggapan Wakil Rektor IV Dr Bohari Yusuf
sketsa
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unmul Prof Dr Susilo SPd MPd dan Rektor Unmul Prof Dr Masjaya MS dalam pemberian Research Award. LP2M Research Award merupakan salah satu item yang turut disampaikan dalam acara International Conference on Tropical Studies and Its Application (Ictrops) di Grand Ballroom Hotel Aston Samarinda, akhir November 2017. 

Demikian halnya pemeringkatan PT menurut versi Webemetric yang Bapak ragukan validitasnya itu.   Webometric adalah salah satu perangkat atau sistem untuk mengukur atau memberikan penilaian terhadap kemajuan seluruh universitas atau PT terbaik di dunia (World Class University) melalui website universitas, fakultas, dan jurusan/prodi.

Sebagai alat ukur (Webomatric) sudah mendapat pengakuan dunia termasuk  Indonesia. Dari  sinilah kita ketahui bahwa Unmul memiliki   penerapan teknologi dan manajemen sistem informasi yang masih kurang baik,  kriteria, yaitu:   (1) Presense, jumlah halaman web institusi termasuk subdomainnya, sharing web domain dan file-file dokumen;  (2) Visibility, Jumlah backlink yang mengarah ke web institusi;  (3) Transparancy (or openness), Jumlah sitasi dari “Top authors” yang berasal dari institusi dan (4) Excellence (or Scholar), Jumlah paper dari Institusi. Unmul  (118) berada pada posisi  di bawah Univ. Borneo Tarakan (97) dan Univ. Papua Monokwari (99) untuk pemeringkatan tahun 2018.

Inilah yang memilukan hati saya itu.

Pada bagian lain Bapak Dr. Bohari juga menyatakan tingginya animo calon mahasiswa masuk Unmul. Yang dipersoalkan adalah rendahnya daya tarik Unmul, berbeda dari animo masuk Unmul (lebih pada daya dorong).

Unmul masih relatif rendah menarik minat calon mahasiswa yang  berprestasi akademik dan memiliki kemampuan pendanaan yang lebih baik. Umumnya  kelompok ini  masih lebih memilih PT di pulau Jawa ketimbang Unmul.

Mahasiswa Unmul melaksanakan kegiatan di Gelora 27 September Unmul di Kampus Gunung Kelua, Samarinda
Mahasiswa Unmul melaksanakan kegiatan di Gelora 27 September Unmul di Kampus Gunung Kelua, Samarinda (sketsa)

Tim Riset Kaltim Post, misalnya  menyatakan  adanya krisis kepercayaan terhadap kualitas PT di Kaltim. Dari 158 siswa sekolah  Unggulan  (SMA 1, SMA 10, dan SMA 3), 71,5 persen memilih untuk melanjutkan studi ke Jawa  (http://kaltim.prokal.co/read/news/259987-unmul-kurangi-maba-siswa-sih-maunya-kuliah-di-jawa).

Perihal  alumni Unmul sudah berkiprah diberbagai bidang ada gubernur, bupati, walikota, anggota DPR, sekretaris daerah, pengusaha sukses dan lain-lain adalah bagus;  kita berharap melahirkan tokoh-tokoh  nasional  banyak berkirah seperti dirjen dan menteri.

Jadi, permasalahannya  jelas, yaitu Unmul masih belum masuk peringkat  membanggakan dan masih  dalam klaster II dalam  klasterisasi  yang dilakukan oleh Kemenristekdikti.  

Sesungguhnya tanggung jawab berada dipundak segenap sivitas akademika dan  tenaga kependidikan serta tidak terlepas dari peran serta lulusan/alumni, pengguna lulusan  dan insitusi terkait. Namun, peran strategis Rektor adalah sangat penting.  

Masa  jabatan Rektor Unmul yang  sekarang  berlangsung akan berakhir 14 Oktober 2018, menjadi momen penting untuk mendiskusikan  peran strategis Rektor dalam membangun mutu, citra dan reputasi Unmul (sebagaimana Penulis Ulas di Tribune Kaltim 24 Mei 2018).

Halaman
123
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved