Opini

Quo Vadis Unmul? Respons atas Tanggapan Wakil Rektor IV Dr Bohari Yusuf

Kita merindukan Rektor yang memiliki pemikiran subjektif visioner dan kemampuan melembagakan dan berbagi visinya

Quo Vadis Unmul? Respons atas Tanggapan Wakil Rektor IV Dr Bohari Yusuf
sketsa
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unmul Prof Dr Susilo SPd MPd dan Rektor Unmul Prof Dr Masjaya MS dalam pemberian Research Award. LP2M Research Award merupakan salah satu item yang turut disampaikan dalam acara International Conference on Tropical Studies and Its Application (Ictrops) di Grand Ballroom Hotel Aston Samarinda, akhir November 2017. 

Selama masa jabatan  Rektor  2014-2018 (masih berlangsung dan berakhir 24 Oktober 2018)  banyak mengalami kemajuan seperti raih Akreditasi Insitusi A, PS Peternakan dan PS Pendidikan Fisika Akreditas A ini pantas kita syukuri (maaf, tidak terlepas juga dari peran penulis). 

Namun,  kemajuan itu belum mampu mendongkrak posisi Unmul ke  peringkat lebih tinggi  malah yang sudah sempat peringkat 48 (2015)  turun menjadi peringkat 52 (2017). 

Boleh jadi, kemajuan yang kita raih justru lebih sedikit  dibandingkan kemajuan yang diraih  oleh PT  pesaing kita. Potensi sumberdaya dosen dan tenaga kependidikan Unmul yang baik  kurang berbanding lurus dengan capaian kinerja Unmul. Perlu perbaikan mutu manajemen SDM dosen dan tendik dengan pendekatan budaya kerja profesional.

Kita merindukan  Rektor  yang memiliki pemikiran subjektif visioner dan kemampuan melembagakan dan berbagi visinya  itu  memotivasi  serta  menginspirasi segenap sivitas akademika  dan tendik mewujudkan Unmul bermutu, terpercaya dan berdaya saing tinggi. Rektor yang menginspirasi dan mengapresiasi kepakaran/bidang keahliah dosen (academic leader).

Sudah waktunya juga dilakukan envisioning terhadap visi Unmul yang ada sekarang. Univ. Syiah Kuala Banda Aceh adalah contoh yang baik dari peringkat 61 tahun 2015 melaju menjadi peringkat 27 tahun 2017. Unmul dapat melakukan akselerasi peringkat dan dalam   tempo empat tahun ke depan akan  bertengger pada  klaster  I (sudah penulis ulas di Tribune Kaltim, 24 Mei 2018).[]

*1) Dosen Program Sarjana (S1), Magister (S2) dan Doktor (S3)  pada Beberapa Program Studi di Universitas Mulawarman. 2) Dosen Deta Sering Dikti Tahun 2012 (Lulus Seleksi Nasional) Bertugas Melakukan  Pembinaan Mutu Perguruan Tinggi di Indonesia.  3) Dosen Pakar pada Program  Mobilisasi Dosen Pakar/Ahli  Dikti 2013 (Lulus Seleksi Nasional) Bertugas Melakukan Pengembangan  dan  Pembinaan Mutu  Perguruan Tinggi di Indonesia 4) Asesor BAN-PT (Lulus Seleksi Nasional dan Satu-satunya di Universitas Mulawarman).    

Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved