Pembunuhan Sadis

Pendeta Terduga Pembunuh Ogah Ditinggal Polisi dan Minta Tolong, Ia Mendadak Ketakutan

Pendeta Henderson Sembiring Ketaren (54 tahun), tiba-tiba menjadi seorang penakut, tidak berani ditinggal seorang diri.

Pendeta Terduga Pembunuh Ogah Ditinggal Polisi dan Minta Tolong, Ia Mendadak Ketakutan
ISTIMEWA
Pendeta Henderson Sembiring 

TRIBUNKALTIM.CO, PAKAM - Pendeta Henderson Sembiring Ketaren (54 tahun), tiba-tiba menjadi seorang penakut, tidak berani ditinggal seorang diri, sekalipun berada di kantor polisi.

Ia masih menjalani pemeriksaan atas dugaan melakukan pelecehan seksual serta membunuh Rosalia Cici Maretini boru Siahaan (21), anak angkatnya.

Polisi mengungkap kemungkinan keduanya menjalin hubungan cinta terlarang.

"Takutnya itu kalau ditinggal sebentar aja sama penyidik, dia langsung bilang 'pak-pak tolong jangan pergi dulu. Sini ajalah, tolonglah saya'," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Deliserdang, AKP Ruzi Gusman kepada Tribun Medan (Tribun Group), Jumat (1/6/2018).

AKP Ruzi menyebut pemeriksaan terhadap Pendeta Henderson ini diperkirakan memakan waktu lama.

Perkara seperti ini harus dipemeriksa secara mendetail.

Agar suasana kebatinan tersangka tidak semakin terganggu, polisi melarang orang lain, termasuk keluarganya menemuinya.

"Ini kan kasus besar. Kami mau cek juga kejiwaannya. Kalau punya gangguan jiwa, tidak sepertinya. Tapi kami masih terus dalamilah keterangan yang dia berikan," kata AKP Ruzi.

Pendeta pada Gereja Sidang Rohulkudus Indonesia (GSRI) itu diduga menjadi pelaku pembunuhan terhadap Rosalia, anak angkat sekaligus jemaatnya.

Baca: Puasa Sudah 2 Minggu, Sudahkah Tubuh Anda Beradaptasi?

Sehari pascakejadian, penyidik telah menemukan fakta-fakta baru.

Halaman
123
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved