Daging Ayam Sering Langka Di Pasar Tradisional, Pj Walikota Akui Pemerintah Sempat Kedodoran

Kita memang sempat khawatir tadi, ada yang didiskon sampai 50 persen. Tetapi kita lihat masih sampai Desember 2018 berlakunya

Daging Ayam Sering Langka Di Pasar Tradisional, Pj Walikota Akui Pemerintah Sempat Kedodoran
Tribun Kaltim/Doan Pardede
Pj Walikota Samarinda, Zairin Zain, meninjau harga-harga kebutuhan pokok di Pasar Pagi, Jalan Gajah Mada, Senin (4/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Penjabat (Pj) Walikota Samarinda Zairin Zain bersama rombongan meninjau harga-harga kebutuhan pokok di pasar tradisional dan pasar modren yang ada di  Kota Samarinda, Senin (4/6/2018).

Pertama, rombongan mendatangi Pasar Pagi di  Jalan Gajah Mada dan dilanjutkan ke Giant di Jalan Bukit Alaya. 

Secara umum, kata Zairin Zain, tidak ditemukan adanya kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok, di antaranya daging ayam, gula, minyak goreng, beras. Rentang harga di pasar tradisional dan pasar modren juga tidak terpaut terlalu jauh.

Baca: Informasi Korban Tenggelam di Sungai Mahakam Masih Simpang Siur, Tim SAR Tetap Lakukan Pencarian

"Jadi mal juga bisa menyediakan harga yang terjangkau oleh masyarakat. Yang kita jaga, jangan sampai perbedaan harga itu sangat jauh," ujarnya. 

Dia juga mengimbau agar masyarakat memperhatikan tanggal kadaluarsa produk-produk yang akan dibeli. Langkah Giant memberikan diskon-diskon besar-besaran kepada produk-produk yang masa kadaluarsanya akan segera berakhir, juga menurutnya patut diapresiasi.

"Kita memang sempat khawatir tadi, ada yang didiskon sampai 50 persen. Tetapi kita lihat masih sampai Desember 2018 berlakunya. Jadi masih dimanfaatkan untuk Lebaran," katanya.

Baca: Semakin Populer, Sabyan Gambus Justru Merasa Terbebani: Malah Ngeri, Salah Jalan Dikit Bahaya

Untuk masalah terjadinya kelangkaan ayam di pasar-pasar tradisional menurutnya sudah didalami. Zairin mengakui bahwa pemerintah sempat kedodoran melakukan pengawasan, khususnya terhadap aktivitas pengumpul-pengumpul ayam dari peternakan.

Yang terjadi, kata dia, 16 pengumpul yang biasa menyuplai ayam mem-block pengiriman  dari sejumlah pertenakan yang ada di luar daerah dan yang ada di Kota Samarinda. Tujuannya, agar terjadi kelangkaan ayam dan pengumpul bisa mempermainkan harga. 

"Kita memang sempat kedodoran terkait dengan para pengumpul," ujarnya.

Baca: Pedagang Resah, Stok Daging Ayam di Samarinda Bisa Tiba-tiba Langka

Pemerintah juga menurutnya sudah bergerak cepat. Bahkan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak sudah mengeluarkan imbauan khusus agar pengumpul tak lagi mengulangi perbuatannya.

Dinas Perdagangan, baik dari Provinsi Kaltim dan Pemkot Samarinda juga terus mendampingi alur distribusi ayam, untuk memastikan permainan ini tidak lagi terulang.

"Jangan sampai terjadi lagi kenaikan harga karena mereka (pengumpul) bermain," ujarnya.

Penulis: Doan E Pardede
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved