Asyik. . . Pemprov Kaltim Sudah Alokasikan Dana untuk THR dan Gaji Ke-13 PNS!

Pemprov Kaltim siap membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) dan Gaji ke-13, kepada 11 ribu lebih Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Asyik. . . Pemprov Kaltim Sudah Alokasikan Dana untuk THR dan Gaji Ke-13 PNS!
INTERNET
Ilustrasi 

Laporan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

TRIBUN KALTIM.CO, SAMARINDA - Pemprov Kaltim siap membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) dan Gaji ke-13, kepada 11 ribu lebih Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Hal ini ditegaskan Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak, usai berbuka puasa bersama SKK Migas Kalimantan-Sulawrsi, Rabu (6/6/2018).

Awang menuturkan, Pemprov sudah menyiapkan anggaran yang diperlukan untuk membayar THR dan gaji ke-13.

"THR kita bayar di Juni, dan gaji ke 13 kita bayar di Juli. Dana sudah siap," ujar Awang.

Baca: Kejari Tenggarong Gelar Buka Puasa Bersama 20 Anak Yatim

Awang pun mengaku heran dengan daerah yang mempermasalahkan pembayaran THR dan gaji ke-13.

"Kenapa kok sekarang dipersoalkan. Kan THR dan gaji ke 13 inikan kalau di Pemprov Kaltim selalu dilakukan tiap tahun. Dan tiap tahun pula lancar tanpa masalah. Saya heran kenapa pembayaran THR dan gaji ke-13 ini kok ada yang persoalkan," ujarnya.

Menurut Awang, sumber dana untuk THR dan gaji ke-13 berasal dari APBD 2018 Kaltim. Bukan APBD Perubahan 2018.

"Bukan (APBD-Perubahan). Ini di APBD murni 2018," katanya lagi.

Baca: Delay Masih Jadi Ancaman Mudik, Ini Antisipasi PT Angkasa Pura I

Demikian pula dengan honorer, menurut Awang juga akan mendapatkan gaji dan THR.

"Untuk honorer ini kita ada kebiasaan. Yakni dibayarkan oleh masing-masing SKPD (satuan kerja perangkat daerah) tempat mereka bekerja," tutur Awang.

Diketahui, UU 23 Tahun 2014 membuat jumlah PNS Pemprov Kaltim bertambah.

Dari sekitar 9 ribu pegawai, menjadi sekitar 11 ribu pegawai.

Total dana yang diperlukan untuk membayar THR dan gaji ke-13 tersebut mencapai Rp 56 miliar.

"Yang jelas, untuk pembayaran THR dan gaji ke 13 di Pemprov Kaltim tak ada masalah. Tapi saya tak tahu dengan Kabupaten/Kota. Karena mereka punya APBD masing-masing," kata Awang. (*)

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved