LeKOP Soroti Fasilitas Eks Venue PON 2008 yang Masih Terbengkalai
Sejumlah venue olahraga eks Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008 Kaltim masih terbengkalai.
Penulis: Rafan Dwinanto |
Laporan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto
TRIBUN KALTIM.CO, SAMARINDA - Sejumlah venue olahraga eks Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008 Kaltim masih terbengkalai.
Hal ini mendapat sorotan dari Lembaga Kajian Olahraga Prestasi (LeKOP) Kaltim. Komplek Satdion Utama Palaran, menjadi venue yang paling disorot.
Penasehat LeKOP, Ahcmad Husry mengatakan bahwa konsep awal pembangunan Stadion tersebut sangat mulia. Yakni menjadikan Kaltim sebagai kiblat olahraga di Indonesia Timur.
"Hal inilah yang dulu membuat Pemprov Kaltim berani mengeluarkan anggaran triliunan untuk membangun sejumlah venue tersebut," kata Husry, Kamis (7/6/2018).
Lebih dari itu, kata Husry, pembangunan sejumlah venue bertaraf internasional ini memiliki tujuan jangka panjang.
Baca: Sambut Panglima TNI dan Kapolri, Tiga Tempat Lakukan Geladi Bersih
Yakni meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kaltim, khususnya di bidang olahraga.
Namun, kata Ahcmad Husry, keberadaan fasilitas olahraga yang mewah tersebut diharapkan bisa berdampak pada masyarakat dalam hal peningkatakan ekonomi.
"Sayangnya begitu Stadion itu terbangun dan hajatan utama PON sudah berlalu, timbul persoalan baru yakni masalah perawatan Stadion itu sendiri yang membutuhkan kucuran dana tidak sedikit," kata tokoh olahraga Kaltim, ini.
Stadion yang dibangun dengan menghabiskan dana hampir Rp 5 Triliun melalui dana APBD Kaltim itu, saat ini dalam kondisi tidak terawat dan sejumlah fasilitas olahraga sudah tidak bisa difungsikan lagi.
Bagian tribun penonton misalnya, sampai ditumbuhi rumput.
"Seharusnya, ada komitmen yang berkesinambungan antara pemerintah sebelumnya dengan yang sekarang. Karena, niat awal dibangun dulu kan sangat bagus untuk pembinaan keolahragaan. Harusnya diteruskan oleh gubernur yang sekarang," urai Husry.
Baca: Wanderley Berharap Bisa Melihat Permainan Jogo Bonito ala Brasil di Piala Dunia
Tercatat ada sejumlah fasilitas olahraga yang berada di komplek Stadion Utama yang dulunya pernah digunakan sebagai tempat pertandingan PON 2018, seperti arena sepatu roda, kolam renang, lapangan bisbol, gedung bulu tangkis dalam kondisi rusak dan tidak pernah ada aktivitas.
Husry menyarankan, Pemprov Kaltim menyerahkan pengolahan venues eks PON tersebut kepada pihak swasta.
Sehingga, tidak perlu membebani anggaran daerah. Menurut Husry, sangat memungkinkan Stadion Utama tersebut dikelola oleh pihak swasta, bila memang punya nilai investasi bisnis. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/stadion-utama-palaran_5_20160128_151417.jpg)