Niat Mau Menggerebek, Tim Patroli ke Tahura cuma Temukan Bekas Galian Tambang

Selasa (5/6) UPTD Tahura bersama Polda Kaltim melakukan patroli ke Tahura Bukit Soeharto dan hanya mendapati bekas galian tambang.

Niat Mau Menggerebek, Tim Patroli ke Tahura cuma Temukan Bekas Galian Tambang
TRIBUN KALTIM / RAFAN DWINANTO
Kepala UPTD Tahura Bukit Soeharto, Rusmadi 

SAMARINDA, TRIBUN - Patroli yang dilakukan Unit Pengelola Teknis Daerah (UPTD) Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, kembali tak menemukan hasil signifikan. Hal ini diduga disebabkan bocornya informasi patroli yang sedianya dilakukan untuk menggerebek aktivitas penambangan ilegal di wilayah konservasi tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) UPTD Tahura Bukit Soeharto, Rusmadi mengatakan, pihaknya akan terus melakukan patroli. "Yang kali ini sepertinya bocor lagi. Tetap kita awasi terus melalui patroli rutin oleh polhut tahura," kata Rusmadi, Rabu (6/6).

Diketahui, Selasa (5/6) UPTD Tahura bersama Polda Kaltim kembali melakukan patroli. Patroli tersebut mendapati adanya bekas galian tambang batubara yang berada di kawasan Samboja. Namun, dalam patroli tersebut, tim tak menemukan alat berat sebagai barang bukti. Tak ada pula aktivitas penambangan yang ditemui.

Baca: Dishut Minta Dukung Polda Investigasi Tambang Ilegal di Tahura

Baca: Baharuddin Demmu Minta Lacak Jalur Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto

"Tidak ada aktivitas penambangan. Alat berat juga tak ada. Hanya sisa penambangan saja. Tidak tahu sudah. Mungkin bocor lagi (informasi patroli)," katanya lagi.

Meski demikian, UPTD Tahura, kata Rusmadi, tak akan berhenti melakukan patroli. Hanya, cara dan metode patrolinya saja yang akan diperbaharui. "Nanti kita akan ada beberapa trik lah. Mungkin habis lebaran akan kita terapkan. Termasuk patroli malam hari. Karena, informasi masyarakat katanya tambang itu beraktivitas malam hari," tutur Rusmadi.

Sebelumnya, Rusmadi menuturkan upaya mengungkap praktik penambangan ilegal di Bukit Soeharto yang dilakukan UPTD Tahura selalu tak membuahkan hasil. Diduga akibat bocornya informasi patroli.

Pelaku penambangan ilegal, disebut Rusmadi sudah sangat piawai menghindari patroli. Diantaranya, saat ada informasi patroli, pelaku menyimpan alat beratnya di luar kawasan hutan.

"Contohnya begini. Kita dapat laporan, kita datangi. Ketemu galian dan alat berat. Tapi karena kami sedikit, kami pulang, dan lantas menyusun rencana penangkapan melibatkan berbagai pihak. Pas ke sana esok hari, alat berat sudah tak ada, dan tak ada orang yang ditemui," tutur Rusmadi.

Sebelumnya Direktur Kriminal Khusus Poda Kaltim Kombes Pol Yustan Alpiani menurunkan empat personel untuk mendampingi kegiatan patroli di Tahura sesuai permintaan UPTD. "Berkegiatan selama 3 hari," ujarnya, Selasa (5/6).

Lanjut Yustan, kegiatan tersebut langsung ditangani Korwasda PPNS. "Mereka penyidik PNS, didampingi Kasi Korwas bersama anggota (Ditreskrimsus) di sana," tuturnya.

Halaman
12
Penulis: tribunkaltim
Editor: Adhinata Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved